Acha Septriasa Perankan Sosok Ibu Tangguh Di Film ‘BUNDA: KISAH CINTA 2 KODI’

Setelah lama tidak kelihatan di layar lebar, wajah cantik Acha Septriasa mulai kembali menghiasi dunia perfilman Indonesia. Kali ini, Acha mulai ambil peran di film berjudul BUNDA: KISAH CINTA 2 KODI. Acha menuturkan, ketertarikannya buat terjun kembali di dunia film tidak yang lain setelah membaca naskah film yg dirasa sangat bagus.

“Bertepatan aku pulang ke Jakarta, sekitar awal Maret, aku dikasih sebuah script. Berisi tentang kisah nyata, tentang perjuangan Ika Kartika. Seorang ibu yg berkarir memperjuangkan bisnisnya dari nol,” ujar Acha Septriasa, kepada Kapanlagi.com di hotel The Grove Suites, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/2/2018).

Menurut Acha, selain penulisan naskah yg menarik, karakter yg ia perankan juga bagus dan menantang. Dalam film tersebut, Acha mulai memerankan tokoh seorang ibu yg tangguh. Bahkan, saat proses reading, sang karakter asli, Ika Kartika, membebaskan Acha bagi mengolah naskah yg telah ada agar karakter tersebut lebih hidup.

“Dia adalah seorang ibu yg tangguh, yg dapat membuat karirnya berjalan dengan perannya sebagai istri. Pasti, potret di film ini pasti ada konfliknya. Konfliknya bagaimana seorang ibu itu dapat menjadi seseorang yg manusiawi. Jadi film ini menurut aku sangat human, manusiawi banget. Ya, aku suka memerankan karakter ini karena Ika Kartika sebagai role penting di dalam film ini benar-benar membebaskan aku dalam mengolah script yg telah ada. Sehingga karakternya bukan cuma ada di dalam cerita atau novel aja. Tapi bener-bener hidup, orang dapat memperjuangkan dia sebagai istri, sebagai ibu, sebagai pejuang bisnis,” lanjutnya lagi.

Menurut Acha, film BUNDA: KISAH CINTA 2 KODI adalah representasi dari wanita masa kini. Dimana selain berkarir, wanita juga memiliki tanggung jawab terhadap suami dan anak-anaknya. Oleh karena itu, ia merasa cerita di film tersebut dapat mewakili perasaaan mayoritas wanita.

“Di film tersebut, Bunda Tika nggak pengen keluarganya jatuh dalam ekonomi. Dia pengen adil kepada dua anaknya tetapi ternyata anaknya merasa kurang diperhatikan. Aku rasa ini cerita bukan cuma bunda Tika saja. Tetapi ini cerita tentang kami semua, para istri para perempuan,” pungkasnya.

(kpl/far/tmd)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin