Album Kedua Kunto Aji, Dari Bercanda Minta Kursi Sampai Urusan Kesehatan Mental

Setelah sukses bersama album GENERATION Y di tahun 2015, kini Kunto Aji tengah mempersiapkan diri bagi mengerjakan album keduanya. Mengingat sukses besar yg ia raih bersama rilisan penuh debutnya, Kunto Aji mengaku sadar kalau ia memiliki tanggungan beban ekspektasi penikmat musik di album keduanya.

BERITA TERKAIT
  • ‘Disakitin banget’, Vidi Aldiano akui album barunya bakal lebih galau dan jujur
  • Mocca ungkap alasan usung Bahasa Indonesia di album kelima
  • Piyu jadi produser musik bagi album baru para ‘Sobat Padi’ ini

“Yang jelas album kedua itu sesuatu yg sangat besar seorang musisi. Karena ekspektasi orang tinggi mulai album kedua. Kedua, ekspektasi diri sendiri sangat tinggi dengan album kedua, dan ketiga, setiap musisi ingin naik kelas, sedangkan naik kelas mampu jadi sesuatu, mampu jadi jebakan juga karena kami naik kelas malah mampu jadi out, jadi musik kami tak mampu menikmati, orang yang lain juga tak menikmati,” saya Kunto Aji, ketika ditemui di kantor Juni Records, Bangka, Mampang Pela, Kamis (22/2).

Selain sukses besar yg diraih, Terlalu Lama Sendiri hit maker ini mengaku kalau kritik dan aransemen musik pun jadi beberapa kendala yg disorot secara besar pada album kedua nanti. Namun pada momen yg sama, Kunto Aji juga menceritakan kalau ia sempat mengalami kendala dengan kursi di studionya hingga bercanda pada Juni Records bagi mengganti tempat duduk yg lebih nyaman.

“(Takut karena sukses di album pertama) Iya itu pasti, tetapi bukan persoalan suksesnya. Sukses ini sendiri deskripsi dapat luas banget, sukses dapat diterima masyarakat, dapat sukses secara kritik, musik dan aransemen. (Kalau soal minta kursi ke Juni Records) Sebenarnya itu cuma becandaan aja. Nah ini enaknya sama Juni (label musik), terus memikirkan musisinya, dekat sama musisinya. Memang aku kan baru pindah rumah selalu baru bikin kantor baru, studio kecil-kecilan lah untuk aku sendiri. Karena berjam-jam duduk di kursi. Kan ditelepon sama pihak label, saya bilang sambil becanda, ‘pegel nih kursinya,’ tetapi sih emang kursi aku udah lama, kursi yg ada rodanya tetapi reot,” lanjut Kunto Aji.

Sedangkan saat ditanya mengenai tema pada album kedua nanti, Kunto Aji menyampaikan kalau ia mulai membawa ide tentang kesehatan mental. Bukan hanya karena banyaknya masalah bunuh diri yg ada, Kunto Aji juga mengaku berusaha buat lebih peka dengan berbagai isu yg ada di sekitarnya.

“Saya ngambil tema tentang mental health karena banyak kasus-kasus musisi bunuh diri hal telah biasa, perkara narkoba. Soalnya pekerja seni dekat dengan kesehatan mental yg kurang baik. Karena mereka mensensitifkan diri. Sedangkan aku juga saat menulis, aku coba buat mensensitifkan diri buat menangkap isu-isu yg ada di sekitar kita,” pungkasnya.

(kpl/pur/ntn)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin