Anak Semakin Besar, Ditto Dan Ayudia Bing Slamet Mulai Kurangi Obrolan ‘lo-gue’

Bukan hanya sekedar cerita biasa, novel dan film #TemanTapiMenikah memang menjadi representasi kisah cinta di antara Ditto dan Ayudia Bing Slamet. Bahkan, Ditto tak menepis seandainya sosok istrinya memang terus jadi andalan dan motivasinya dalam keseharian, seperti apa yg dimunculkan pada film.

BERITA TERKAIT
  • Alec Djuara, Anak Astrid Sartiasari Yang Bercita-cita Menjadi Youtuber
  • Dijenguk, dhawiyah minta dibawakan barang-barang ini!
  • Kakak ungkap Dawiya awalnya pakai narkoba bagi menguruskan badan

“Ya, ya ya, karena dia role model saya. Dia dari kecil udah kerja, kami seluruh tahu, Ayu juga cucunya legendaris, karya kakeknya aja aku dengerin. Ini jadi motivasi aku gimana caranya nyari duit dari kecil, selalu nabung gimana, kok tiba-tiba dia milik mobil, aku laki-laki kok nggak dapat ya? Itu yg selalu jadi motivasi. Terus aku temenan, ngobrol-ngobrol, aku tahu rumusnya, sekarang kalian berhasil bersama,” saya Ditto, ketika ditemui bersama Ayu di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Sabtu (25/3).

Menariknya, fase pernikahan pun jadi salah satu momen besar di mana Ditto melihat perubahan dalam diri seorang Ayudia Bing Slamet. Tak lagi tomboy seperti dulu, Ditto melihat kalau sekarang ini Ayu lebih memiliki sifat seorang keibuan dalam keluarga kecilnya.

“Kalau sekarang dia lebih jadi ibu-ibu ya karena memang udah ibu-ibu, dia lalu tomboy, sekarang makin ibu-ibu. Dia lebih cerewet, cocok jadi ibu-ibu lagi, hahaha. Tapi intinya adalah perubahan itu nggak terlalu besar, jadi memang gue juga ngeliat, ngejalanin sehari-hari di rumah ya memang kayak gitu, kayak di film, sahabatan. Ya sampe sekarang aja kami masih gue-elo, lagi belajar juga biar Sekala nggak ngikutin. Kayak obrolan temen, gimana sih ya, nongkrong bareng, tetapi dapat tidur bersama, perbedaannya hanya itu doang. Kita seneng aja sih mampu kayak gini,” lanjut Ditto.

Sedangkan mengenai kebiasaan mereka dalam berkomunikasi, Ditto dan Ayudia sendiri menegaskan seandainya ketika ini mereka tengah berusaha menguranginya. Tentu saja mengingat sang anak yg sekarang semakin bertambah besar dan akan cepat dalam menangkap hal-hal baru di sekitarnya.

“Oh ini udah sekarang, sekarang ini nih. Karena Sekala sekarang udah beo, udah mampu ngikutin, umurnya udah mau 2 tahun, dan cepet banget nangkepnya. Jadi kayak tiba-tiba keceplosan, kampret, dia ngikutin. Kita bilang, ‘ini kacau’ dia juga bilang ‘kacau’. Jadi ya itu, obrolan teman lagi kami kurangi sih, bahasa-bahasa ngocolnya,” pungkas Ditto.

(kpl/far/ntn)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin