Ani Yudhoyono: Tugas Ibu Negara Bukan Hanya Mendampingi Presiden

Pekerjaan sebagai ibu negara tidaklah mudah. Bukan cuma mendampingi sang suami, tugas seorang ibu negara juga harus mampu dekat dengan masyarakat. Begitupun untuk Ani Yudhoyono. Selama menjadi ibu negara, dia bukan cuma mendampingi sang suami, Susilo Bambang Yudhoyono yg kala itu masih menjadi presiden RI.

BERITA TERKAIT
  • Curhat pernah dijahili lawan politik, SBY sebut dukungan istri buatnya bertahan
  • Pilkada Serentak, SBY dan keluarga mencoblos di TPS 006 Gunung Putri
  • Lucunya para presiden Indonesia kalau sedang bermain dengan cucu

Tetapi, dia juga harus dekat dengan rakyat dan aktif di depan petinggi-petinggi negara lain. Menurut Ani, menjadi seorang ibu negara tidaklah seenak seperti yg dipikirkan orang lain.

“Banyak yg menduga enak jadi ibu negara. Mendapat kemewahan, terus jadi perharian orang, boleh saja orang menduga seperti itu. Kenyataannya tidak. Tetapi, menjadi keluh kesah rakyatnya, curhat, caci maki, kadang kali jadi sasaran fitnah, apakah aku sakit, pasti. Rasa sakit, kecewa, luka pasti ada. Untungnya aku milik keluarga menjadi sandaran lebih. Alhamdullialh saling menguatkan, itu kunci yg paling utama,” kata Ani Yudhoyono dalam acara pelucuran buku ANI YUDHOYONO 10 TAHUN PERJALANAN HATI di JCC, Jakarta Pusat, Minggu (8/7/2018).

“Tugas ibu negara bukan cuma mendampingi, namun lebih dari itu ibu negara ada di samping presiden memberikan semangat support, harus mendukung utama. Presiden harus fit setiap hari,” lanjutnya.

Selain duka yg didapat selama menjadi ibu negara, Ani Yudhoyono juga mendapatkan rasa bahagia. Perempuan yg memiliki hobi fotografi itu merasa senang menjadi ibu negara seandainya bertemu segera dengan rakyat. Apalagi, dia memberikan solusi segera kepada rakyat disaat melakukan kunjungan.

“Rasa suka, bertemu rakyat menolong persoalan mereka. Saat kunjungan, wajah aku jadi berbinar bahagia. Bertemu tokoh dunia, berbincang, itu membuat aku bahagia,” katanya.

Bagi Ani, rasa suka dan duka yg didapat selama menjadi ibu negara mulai dijadikan pengalaman hidup yg sangat luar biasa.

“Suka dan duka menjadi pengalaman hidup yg luar biasa. Karena tak seluruh perempuan bisa, betapa bersyukur dan beruntungnya saya. Pengalaman itu suka aku ceritakan ke anak-anak saya. Mereka sangat antusias. Kenapa tak pengalaman ini aku ceritakan ke rakyat Indonesia,” tandas Ani.

(kpl/frs)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin