Bengkel Muda Surabaya Mengais Dana Di Pasar Seni

Surabaya – Komunitas seniman Bengkel Muda Surabaya mengais dana bagi menghidupkan kembali aktivitas produksi keseniannya dari penyelenggaraan Pasar Seni Lukis Indonesia 2017, yg berlangsung di Gedung JX International Convention Exhibition Surabaya, 13 – 22 Oktober 2017.

Komunitas yg melahirkan sejumlah seniman nasional seperti dramawan Basuki Rahmat dan Akhudiat itu mulai berulang tahun ke-45 pada 20 Desember mendatang dan sedang memproduksi sejumlah pementasan kesenian bagi merayakannya.

“Tapi sejumlah stakeholder yang lalu terus menyokong biaya produksi kesenian Bengkel Muda sekarang telah menganaktirikan kami,” ujar Rokim Dakas, salah seorang seniman Bengkel Muda Surabaya.

Pernyataan Rokim Dakas itu sekaligus menjelaskan kenapa dalam satu dasawarsa terakhir Bengkel Muda Surabaya mati suri.

Produksi kesenian terakhir Bengkel Muda Surabaya adalah pementasan teater lakon “Pesta Pencuri” padatahun 2007. Setelah itu menggarap lakon “Bui” pada bulan Juli lalu, yg diproduksi cuma bagi memenuhi undangan Festival Drama Jawa Timur 2017 di Surabaya yg bertema “Membaca Akhudiat”.

Menurut Rokim, bagi menyambut ulang tahun Bengkel Muda Surabaya ke-45 pada Desember mendatang, para seniman yg tergabung dalam komunitas ini sudah menggelorakan semangat terlahir kembali dan bertekad menyiapkan sejumlah produksi pementasan buat merayakannya.

Tapi semangat reborn itu hampir luruh setelah beberapa kali menggelar proses latihan buat memenuhi konsumsinya saja tak mampu.

“Lalu kalian melihat bulan Oktober ini ada agenda Pasar Seni Lukis Indonesia 2017, yg ketua penyelenggaranya, M. Anis, adalah anggota Bengkel Muda Surabaya juga,” ujarnya.

Rokim pun melobi Anis agar menyedekahkan satu stan sebagai tempat penggalangan dana dengan cara menjual lukisan karya seniman-seniman Bengkel Muda Surabaya, agar semangat kebangkitan buat menggelar sejumlah produksi pementasan pada ulang tahunnya yg ke- 45 pada Desember mendatang mampu terealisasi.

Maka jadilah satu stan berukuran sempit, sekitar 2 x 3 meter, diberikan Anis sebagai ruang buat menggugah kepedulian masyarakat terhadap komunitas seniman Bengkel Muda Surabaya, agar setidaknya dapat menggelar pentas memperingati ulang tahunnya yg ke- 45 pada 20 Desember mendatang.

Stan itu diisi oleh sejumlah lukisan karya seniman Bengkel Muda Surabaya, merupakan Rokim Dakas, Widodo Basuki, Poerono Sambowo, Endang Perca, Nasar Bathati, dan Hermin Munif. Keenam pelukis itu sepakat menyisihkan 30 persen penjualan lukisannya demi terselenggaranya pementasan pada perayaan ulang tahun Bengkel Muda Surabaya ke- 45.

Selanjutnya Rokim berharap dari ajang Pasar Seni Lukis Indonesia 2017 ini seniman Bengkel Muda Surabaya benar-benar reborn, tidak cuma sampai pada perayaan ulang tahunnya yg ke- 45 pada Desember mendatang, melainkan menjadi titik pijak bagi kembali bangkit dan turut meramaikan kancah kesenian nasional seperti pada masa jayanya dahulu di era 1970 hingga 1990-an. 

Editor: Gilang Galiartha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin