Berburu CD Musik Murah Di Jepang

Tokyo – Berwisata ke Jepang umumnya lekat dengan berbelanja produk fesyen, elektronik, kuliner, mainan dan cendera mata anime. Namun Jepang juga memiliki beberapa lokasi yg menjual cakram padat (CD) musik baru maupun bekas dengan harga terjangkau.

Walaupun teknologi mengubah perilaku masyarakat dalam mendengarkan musik — dari fisik ke digital — namun keasyikan dalam mengoleksi atau mendengarkan musik dengan memutar CD masih diminati di Jepang.

Hal itu kelihatan dari ramainya toko-toko musik yg menjual CD hingga piringan hitam baru dan bekas di Tokyo. Harga jualnya terbilang murah bagi yg bekas, akan dari 200 yen (Rp23 ribu) hingga 1.500 yen (Rp180 ribu) buat CD yg dengan keadaan fisik masih bagus dan lengkap dengan sampulnya.

Di Indonesia, CD bekas umumnya dijual dengan harga rata-rata di atas Rp75 ribu.

ANTARA News berkesempatan mendatangi dua toko CD di Tokyo. Toko CD pertama, Disk Union, di Shibuya, lokasinya tak jauh dari Patung Hachiko dan berseberangan dengan pos polisi Shibuya.

Disk Union mampu dikatakan “surga” buat pecinta musik karena memiliki koleksi cukup lengkap dan gampang menemukan koleksi karena tiap genre dipisahkan pada setiap lantainya. Lantai dasar buat Jazz, Groove dan Soul. Lantai dua dan tiga buat Pop serta Rock musisi Jepang.

Lantai empat menyediakan koleksi HipHop, RnB, Techno dan sebagainya. Adapun lantai teratas menawarkan koleksi lengkap musik-musik subkultur antara yang lain punk, metal, ska, reggae hingga hard core.

CD tersebut disusun berdasarkan alfabet dan setiap sub-genre dipisahkan dengan sekat sehingga cukup gampang buat dicari. Kualitas CD juga dapat dicoba segera di meja kasir.


Selain menjual CD dan piringan hitam, toko-toko musik di Tokyo juga menjual kaus musisi atau band. (ANTARA News/Alviansyah)

Harga

Soal harga, beberapa CD yg terbilang langka tentunya dilego lebih mahal ketimbang CD yg gampang dijumpai di toko kaset pada umumnya. Misalnya CD Social Distortion yg cukup langka dijual lebih dari 1.000 yen, sedangkan CD Sum 41 cuma 250 yen.

Begitu juga dengan Pink Floyd yg dijual di atas 1.500 yen, sedangkan Guns n Roses di bawah 500 yen.

Lokasi kedua yg dapat menjadi rujukan adalah Book Off yg tersebar di beberapa lokasi di Tokyo. Antara News mengunjungi Book Off Shinjuku yg berlokasi di sebelah Stasiun Kereta Shinjuku.

Sama seperti Disc Union, Book Off juga menawarkan CD bekas dengan harga terjangkau, koleksi yg cukup lengkap dengan keadaan fisik yg masih bagus.

Lokasinya yg dekat dengan stasiun membuat toko ini ramai dikunjungi pada jam-jam pulang bekerja dari bermacam kalangan dan usia.

Book Off juga mengurutkan CD berdasarkan alfabet, sayang mereka tak memisahkan genre musik secara detail – sebatas rock, punk, pop – tak seperti Disc Union yg mengelompokkan musik hingga ke subgenre, misalnya pop punk, melodic punk, hard core punk, ska punk dan yang lain sebagainya.

Kekurangan dari kedua toko tersebut adalah laiknya kekurangan banyak toko di Jepang, yakni para pegawainya kurang mahir berbahasa Inggris sehingga sulit menolong Anda seandainya kesulitan mencari koleksi yg dicari.

Toko-toko tersebut umumnya telah dibuka sejak pukul 10 pagi hingga 10 malam.

Editor: Gilang Galiartha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin