Bernostalgia Dengan “Hana And Alice”

Jakarta – Film remaja “Hana and Alice” karya Shunji Iwai kembali ditayangkan setelah 13 tahun berlalu sejak pertama kali diputar.
Film yg dibintangi Yu Aoi –salah satu muse Festival Film Internasional Tokyo (TIFF) 2017 — dan Anne Suzuki ini masih disambut antusias oleh penonton yg memenuhi bioskop, Senin (30/10) waktu setempat.
“Hana and Alice” berkisah tentang cinta segitiga remaja antara Hana (Anne Suzuki), Alice (Yu Aoi) dan seorang kakak kelas bernama Masashi (Tomohiro Kaku).
Hana yg telah lama naksir pada Masashi suatu hari menemukan kesempatan bagi berpacaran dengan si kakak kelas. Ketika melihat kepala Masashi terbentur keras, Hana seketika memanipulasi Masashi buat mempercayai bahwa mereka adalah sepasang kekasih dan Masashi tak ingat gara-gara amnesia.
Alice pun terseret dalam kisah yg dibuat dari imajinasi Hana. Oleh sahabatnya, Alice diminta berakting sebagai mantan pacar Masashi. Hidup remaja itu makin pelik saat Masashi justru lebih tertarik pada Alice.
Saat diwawancarai ANTARA News, Shunji Iwai mengaku belum ada rencana membuat kelanjutan “Hana and Alice” versi dewasa.
“No plan,” kata Shunji dalam bahasa Inggris.
Meski demikian, dua tahun dulu ia memuaskan keinginan penggemar yg masih ingin menikmati kisah tentang dua remaja itu dalam film animasi prekuel “The Case of Hana & Alice”. Baik Anne Suzuki maupun Yu Aoi kembali hadir sebagai pengisi suara Hana dan Alice.
Dalam sesi bincang-bincang usai pemutaran “Hana and Alice”, Shunji menyampaikan ia awalnya cuma berniat membuat film pendek, namun ide selalu berdatangan hingga akhirnya ia mengubahnya dalam film panjang. 
“Saya terus memikirkan Hana and Alice sampai akhirnya aku bikin versi animasi prekuelnya,” ungkap dia.
Dia pun mengenang betapa waktu tidak terasa sudah berlalu dan para pemainnya kini telah menjadi wanita dewasa.
“Syuting waktu itu terasa sangat menyenangkan, selayaknya remaja mereka benar-benar menghabiskan waktu dengan seru,” kata Shunji.
Anne menimpali, ia merasa beruntung mampu bekerjasama dengan Shunji.
“Sejak main di ‘Hana and Alice’ aku suka dengan film-film Shunji Iwai, rasanya istimewa akhirnya dapat berakting dalam filmnya,” tutur Anne.
Seorang penonton bertanya pada dua aktris itu, seperti apa kehidupan Hana dan Alice ketika ini saat telah menginjak kepala tiga, sama seperti usia para pemerannya.
“Mungkin Alice telah menikah dan sekarang telah bercerai,” kata Yu, di mana Anne menimpali, “Saya tak mampu membayangkan mereka membangun keluarga bahagia.”

Editor: Monalisa

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin