‘COLDPLAY: A HEAD FULL OF DREAMS’, Dari Dilihat 3 Penonton Hingga Band Pujaan Dunia

Coldplay adalah salah satu band yg lagu-lagunya disukai berbagai kalangan di dunia. Chris Martin dkk pun terus menampilkan aksi istimewa di panggung yg kerap kali ditunggu oleh para penggemarnya.

BERITA TERKAIT
  • Jennifer Lopez Pamer Cincin Berlian Bareng Kekasih, Udah Tunangan?
  • Cek fakta: Sejumlah media beri 5 bintang buat film Hanum dan Rangga?
  • 17 Konten dari Asia Siap Tayang di NETFLIX, Berikut Daftar Lengkapnya

Lagu Coldplay mampu didengarkan di mana saja, videonya juga mampu ditonton di YouTube, tetapi sisi yang lain mereka mampu ditonton di film COLDPLAY: A HEAD FULL OF DREAMS yg tayang hanya sehari pada 14 November 2018 serentak di segala dunia.

Film dokumenter band yg mempopulerkan Yellow dan The Scientist ini dibuat oleh Mat Whitecross yg 20 tahun mengikuti sepak terjang Coldplay. Seperti dilansir dari Variety, Whitecross menyampaikan butuh bertahun-tahun sebelumnya akhirnya mendapat persetujuan bagi membuat film ini.

Chris Martin pun sempat membuat peringatan kepada Whitecross: ‘Lanjutkan dan untuk film apapun yg kamu inginkan. Kamu bisa restu kami. Tapi jangan harap saya bakal nonton’.

IKUTI COLDPLAY SELAMA 20 TAHUN

Whitecross mengikuti Coldplay sejak tahun 1999 dan milik video perjalanan grup ini dengan durasi lebih dari 1000 jam dari rapat pertama Chris Martin, Guy Berryman, Johnny Buckland, dan Will Champion di University College of London hingga mereka seperti sekarang.

“Menurutku mereka berempat sama sekali tidak membayangkan apa yg mulai terjadi pada mereka. Aku merekam mereka semua. Aku rasa mereka telah terbiasa dengan kehadiranku,” kata Whitecross.

SISI LAIN CHRIS MARTIN

Chris Martin adalah sosok yg membuat Whitecross terkesan. Di awal karirnya, Chris adalah orang penuh kepercayaan diri dan memiliki energi tidak terbatas. Ia tidak peduli seandainya cuma ada 3 penonton yg melihat penampilannya. Contohnya ketika mereka tampil di sebuah kampus di kawasan pertanian terpencil.

“Chris, beberapa jam kemudian, melambaikan tangan ke kamera dan bilang kalu mereka mulai menjadi band terbesar di dunia setelah baru saja menampilkan performa terburuk sepanjang masa,” kenang Whitecross.

KRISIS KEPERCAYAAN DIRI CHRIS MARTIN

Whitecross juga saksi, kalau di balik sosok Chris yg yakin diri dan baik, ternyata sempat ada krisis di mana sang vokalis mengaku tidak milik bakat. Whitecross dulu cerita ketika ia bertemu Chris di koridor kampus.

“Dia membawa gitar dan ‘Ayo ikut aku. Ikut aku’, dahulu membawaku ke sebuah toilet. Dia dulu memainkan musik yg belum pernah saya dengar. Meski saya puji, dia merasa, ‘Aku tahu. Aku nggak berbakat’,” kata Whitecross.

TUNJUKKAN PERSAHABATAN PERSONEL

COLDPLAY: A HEAD FULL OF DREAMS memperlihatkan sisi dari band yg tidak pernah dilihat sebelumnya. Selain itu mulai ditunjukkan pula persahabatan keempat personel Coldplay yg masih terjalan sampai sekarang.

Setelah tayang di bioskop, COLDPLAY: A HEAD FULL OF DREAMS bakal tayang di Amazon Prime Video pada 16 November 2018. Semoga suatu hari nanti ditayangkan televisi di Indonesia ya.

(var/pit)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin