Dimas Djay Ungkap Proses Di Balik Iklan Ramayana Versi Qasidah

Tak perlu waktu lama untuk iklan Ramayana versi Qasidah yg digarap Dimas Djayadiningrat viral di dunia maya. Konsep yg unik dan hasil akhir yg kelihatan kocak membuat iklan ini jadi pembicaraan di dunia maya.

BERITA TERKAIT
  • Iklan Ramayana Versi Qasidah Viral, Dimas Djay: Semua Tergantung Kliennya!
  • Soal kepala dalam magic jar di iklan, Dimas Djay: Memang ibunya masuk ke sana
  • Pilih grup qasida Nurul Syifa bagi iklan, Dimas Djay: Mereka bocor-bocor

Penasaran mengapa Dimas membuat iklan dengan gaya tahun ’90-an nan jadul dan hasilnya gokil ini, KapanLagi.com menghubungi sutradara yg setia dengan rambut gondrongnya. Blak-blakan, Dimas mengisahkan proses pembuatan iklan yg ia kerjakan di bawah bendera reKreasi tersebut.

“Sebenarnya kerjaan ini digarap di tengah aku ada kerjaan lain. Jadi nggak semuanya tiba-tiba viral kayak gini. Cuma kebetulan aja nih ada kerjaan yg dibilang seksi-lah, karena konsepnya belum dilakukan orang-orang. Pas aku terima board-nya, awalnya memang temanya mau qasidah. Tapi qasidahnya diapakan itu belum tahu, belum ada (gambaran). Lagunya kayak apa juga belum ada. Klien dan agensinya telah milik konsep seperti apa, tetapi mereka ubah. Dan ketika mereka ubah, kemudian mereka tiba ke saya. Jadi perubahannya belum banyak,” ungkap Dimas lewat sambungan telepon, Kamis, (17/5).

“Terus aku miki, wah ini pintu masuk aku nih. Sekalian aja aku bikin desain baru. Muncullah dengan konsep anak rantau. Terus dia pengin pulang ke rumah. Terus gimana caranya kalau aku mau bilang dia miskin, kayaknya jangan juga. Saya mau kasih tahu si Ramayana ini enggak perlu duit banyak nih kalau mau belanja di sini. Tapi aku kan nggak mampu bilang dia nggak milik uang. Kepepet lah jadinya dipalak preman. Premannya baik lagi mau ngembaliin. Hahaha. Memang nggak make sense, ya udah nggak apa-apa. Kalau make sense mah bukan gue yg bikin,” lanjutnya.

Pada intinya, Dimas ingin mengatakan beberapa pesan tetapi dengan cara yg lebih ringan. Ia tidak mau memperlihatkan si tokoh penting tidak milik uang atau kelas rendahan. Namun si tokoh ini mengalami hal yg tak diinginkan, dipalak preman dan uang sisanya tinggal sedikit.

“Lu milik duit, kecelakaan, dipalak preman. Duit lu sedikit, tetapi lu mampu tetap belanja. Jadi tak menyinggung siapa-siapa. Cuma memang balutannya si qasidah ini. Kesannya kami lagi bikin klip qasidah lah,” terangnya.

(kpl/rhm/phi)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin