Ditanya Pendapatnya Tentang Sampah, Tony Q Rastafara: Itu Memang Beban

Seakan kesadaran masyarakat mulai kebersihan lingkungan semakin berkurang. Banyak masyarakat yg masih saja seenaknya membuat sampah sembarangan. Melihat taman-taman kota bahkan tempat umum menjadi kotor tentu tidak enak dipandang. Seperti Kali Item yg telah bertahun-tahun airnya berwarna hitam dan berbau busuk.

BERITA TERKAIT
  • Pamer payudara di Pantai Maladewa, model bugil dicokok polisi
  • Artis-artis jadul Indonesia banting setir setelah meredup
  • Tinggalkan dunia persilatan, Lasmini kini jadi MC dan pengusaha

Melihat hal tersebut banyak yg menyalahkan pemerintah karena tidak berupaya lakukan pembersihan. Padahal ini adalah bentuk kewajiban bersama buat menjaga kebersihan lingkungan. Pendapat tersebut juga diungkap oleh Tony Q Rastafara .

“Saya masih melihat sampai sekarang pun, orang-orang di Sudirman buang botol Aqua (sembarangan) artinya kalian ga mampu menyalahkan pemerintah dengan caranya, tetapi itu memang beban kami bersama dengan kami sebagai penduduk, memang dimulai dari kalian ya bagi memulai semua. Seperti yg aku bilang tadi, kami ini sedang darurat sampah, termasuk salah satu kali itu, itu mungkin salah satu cara mereka,” ungkap Tony Q Rastafara ditemui di Epiwalk Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/7).

“Mereka itu tujuannya baik ga salah, tetapi dengan medsos sekarang ada yg bicara miring ada yg begini begitu, ya aku pikir itu menjadi persoalan kami bersama. Tapi paling tak dengan cara apapun kami memberikan solusi jangan hanya mengkritik ya, bagaimana itu mampu dibangun bersama. Kalau pemerinta sendiri yg dikritik harus sangat jeli, bagaimana mereka mengedukasi masyarakat,” lanjutnya.

Apalagi setiap pemerintah bertindak, terus saja ada yg mengkritik. Padahal cara yg paling benar adalah saling bekerja sama bagi menjaga kebersihan. Melakukan kerja nyata dengan segera terjun buat membersihkan.

Kesadaran diri sendiri juga diperlukan bagi mendapatkan lingkungan yg asri bebas dari sampah. Sebagai warga negara seharusnya peduli mulai hal tersebut. Karena rusaknya atau kotornya lingkungan mulai berdampak ke diri sendiri juga.

“Tapi cukup baik ya seperti pasukan orange yg tiap hari bekerja, bagus sih. Soal itu (sampah) emang areanya agak sulit ya, kami ga dapat menyenangkan satu pihak aja. Biar bagaimanapun itu adalah suatu produk, sejak Belanda lepas ya itu penghuni ibu kota. Dan kalian ga dapat menyalahkan Gubernur sekarang atau Gubernur dulu, karena kami include bahwa penduduk setempat juga buat memiliki kesadaran merawat kali yg ada di depannya sendiri. Kan ga dapat Gubernur tiap hari harus lewat kali kan ga dapat juga. Paling tak dengan care yaa di depan kali ‘oh iya jangan buang sampah’. Gak usah nunggu disuruh karena kan itu berdampingan dengan kita,” pungkasnya.

(kpl/pur/gen)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin