Eko Patrio Tersedu-sedu Saat Terngiang Momen Kebersamaan Bersama Almarhumah Ibunda

Eko Patrio tengah dirundung duka mendalam. Ibundanya Jamini binti Sumopardi dipanggil Tuhan hari ini (30/10). Menurut sang Metti, perwakilan management Eko Patrio, ibunda Eko meninggal dunia karena sakit yg dideritanya.

BERITA TERKAIT
  • Dari Fantasi – Zombie, Inilah 8 Film Hollywood Yang Tayang di Bulan November!
  • Kaya pesan moral, ini 10 film animasi indonesia yg nggak kalah keren
  • 10 film indonesia ini buktikan sepakbola nggak hanya soal pertandingan

Hingga ketika ini belum ada statement lebih lanjut soal penyakit apa yg diderita oleh ibunda Eko Patrio. Satu hal yg pasti, di masa sulitnya ini Eko Patrio tak sendirian. Banyak orang yg mendukungnya hingga ketika ini.

“Yang pertama, aku minta maaf atas nama ibu saya, pernah bercanda dan sebagainya, mohon dimaafkan. Yang kedua, aku berterimakasih sama tetangga aku dan sahabat aku segala yg nggak mampu aku sebut satu persatu yg memberikan dukungan, ngurusin pemakaman, jenazah, rumah saya. Selama ini aku menganggap aku sendirian, ternyata aku ditemani banyak sahabat-sahabat saya, aku senang sekali,” tutur Eko Patrio ketika ditemui di kediamannya Perumahan Jatinegara Baru, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (30/10).

Pada kesempatan ini, Eko turut mengungkapkan rencana pemakaman ibundanya. Rencananya jenazah sang ibunda mulai dimakamkan esok hari. Kata Eko Patrio, “
Selanjutnya adalah besok InsyaAllah ba’da zuhur, ibu dimakamkan. Tapi sebelumnya disalatkan terlebih lalu di Masjid Al Jabbar, setelah itu dikebumikan. Banyak
choicenya, teman-teman banyak memberikan support dan bantuan, ada yg di Pondok Kelapa, sekarang, ada yg di Rawamangun, dan sebagainya. Saya mau yg terbaik saja nanti.”

Di momen ini Eko jelas tidak mampu menyembunyikan kesedihannya. Ibunda yg sedari ia kecil selalu menyertainya sudah tiada. Berbagai momen hangat bersama sang ibunda
mulai berlomba-lomba terputar di ingatannya. Misalnya saja momen dimana sang ibunda suka mengerokinya.

“Jadi, aku ini anak laki satu-satunya. Yang kedua, aku dari kecil mau kerokan aja mintanya sama ibu. Awal aku menikah belum terbuka sama istri saya, aku masih
kerokan sama ibu. Saya dekat banget sama ibu. Kalau aku belajar tuh sampai jam 2-3 pagi sama ibu ditemanin, ibu juga bangun nemenin,” jelasnya sambil bercerita.

Di sisi lain, sifat yang lain ibunya yg galak terbersit di ingatannya. Meski galak, Eko tahu betul kalau ibunya milik maksud yg baik. Apalagi kalau bukan ingin anak-
anaknya menjadi orang yg sukses.

“Ibu galak tetapi galaknya memang cinta sama anak-anaknya. Alhamdulillah adik-adik aku juga sekarang udah jadi orang. Menurut saya, karena dia udah ngurusin
perusahaan-perusahaan. Itu segala berkat didikan ibu dan bapak saya. Tegas banget ibu saya,” sambungnya.

Begitu pun ingatan mulai masakan sang ibunda yg selalu ia ingat-ingat. Tak ada masakan enak selain masakan ibu. Ya, itulah yg ketika ini ia sadari. “Jadi, nggak ada makanan enak selain (masakan) ibu saya. Tidak ada omongan yg enak, itu ibu saya. Buat saya, aku merasa ada yg hilang, tetapi aku serahkan pada Allah SWT,” tutupnya sambil menangis tersedu-sedu.

KapanLagi.com turut berduka atas meninggal dunianya ibunda Eko Patrio , Ibu Jamini binti Sumopardi. Semoga almarhumah diterima di sisiNya, beriku juga amal ibadahnya.
Semoga keluarga diberikan ketabahan. Amin.

(kpl/apt/ren)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin