Fedi Nuril Dan Dewi Sandra Ungkap Kekaguman Pada Sosok Fahri Di ‘AYAT AYAT CINTA 2’

Fedi Nuril kembali didaulat bagi memerankan tokoh Fahri dalam film AYAT AYAT CINTA 2. Setelah berselang 10 tahun sejak kemunculan film pertamanya, sosok Fahri yg diidam-idamkan oleh kaum hawa tersebut kembali menyapa penggemar di layar kaca Tanah Air. Pun begitu, pria berusia 35 tahun tersebut tidak menampik bahwa sosok Fahri adalah sosok pria yg dikaguminya dalam film tersebut.

“Sosok Fahri itu milik semangat bagi selalu menuntut ilmu. Sepertinya sekelilingnya udah melihat dia udah sangat pintar, tetapi dia selalu belajar. Dan kesabarannya sih, dia tetap sabar dimaki, dituduh teroris, dan dikira macam-macam. Dia sebenarnya milik hak bagi membalas, tetapi enggak. Itu juga yg kalau aku perhatiin sekarang, minimal di medsos, kayaknya orang gampang sekali emosi dan memaki-maki. Jadi yg saya kagumi sosok sabarnya itu dan dia tak pernah membalas api dengan api,” ungkap Fedi Nuril ketika ditemui di CGV Bekasi Cyber Park, Selasa (26/12/2017).

Hal serupa pun disampaikan oleh Dewi Sandra. Lawan main Fedi dalam film AYAT AYAT CINTA 2 tersebut juga menuturkan bahwa sosok Fahri adalah kunci penting film tersebut. Menurutnya, Fahri berhasil memikat penggemar dengan caranya sendiri.

“Aku rasa kekuatannya sebenarnya di hati penonton yg telah jatuh cinta dengan AAC pertama dan Fahri. Dan pasti ingin tahu perkembangannya apa aja sih yg terjadi dalam kehidupan Fahri. Selama 10 tahun Fahri terus ditanya kapan AAC keluar dan setelah keluar, apresiasinya luar biasa. Feedback dan responsnya luar biasa. Jadi selain cerita, kekuatan AAC 2 juga dari penonton yg luar biasa,” tambah Dewi Sandra.

Pernyataan Dewi pun diamini oleh Fedi yg kemudian juga menambahkan bahwa sosok Fahri dapat menjadi contoh yg baik dalam kehidupan bermasyarakat di dunia nyata. Tampaknya, Fedi pun cukup miris dengan aksi bully di media sosial yg kerap terjadi belakangan ini.

“Menurut aku pribadi, segala orang itu milik persoalan dan itu muncul karena sesuatu. Dan Fahri ini orang yg mau dengar lalu persoalan itu apa dan kenapa sampai terjadi. Barulah dia mencari solusi. Bukannya ada persoalan dan segera menghakimi atau bully. Tapi kami harus milik perhatian kenapa seseorang melakukan sesuatu hal. Dan ketika kalian tahu masalahnya apa, mari kami bantu, bukan malah dikucilkan atau dihakimi,” pungkas Fedi.

(kpl/far/tmd)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin