Film Action Indonesia Dinanti, Penikmat Film Ingin ‘WIRO SABLENG 212’ Segera Rilis

Produser film WIRO SABLENG 212 , Sheila Timothy ini bercerita mengapa dirinya melakukan kerja sama dengan 20 Century Fox. Hal ini bukan soal persoalan investasi keuangan semata, melainkan ingin saling tukar pengetahuan pasar. Dengan adanya perluasan pasar ini segmentasi pasar tak cuma di Indonesia saja melainkan dunia.

BERITA TERKAIT
  • ‘ANAK NEGERI MEGALITH’: Film Kisah Anak Kampung Yang Sukses di Era Milenial
  • ‘hanya kamu’, lagu pop Ayu Ting Ting bersama Boy William
  • ‘EL’, Ketika Gadis Berkepribadian Ganda Jatuh Hati Pada Pria Misterius

Kemudian keuntungan lainnya adalah mendapat pengetahuan dan teknologi dalam gaya penulisan cerita. Namun tetap tak mengganggu budaya serta ciri khas Wiro Sableng itu sendiri. Mereka cuma menolong dalam segi strukturnya saja.

“Kemudian juga benefit knowledge dan teknologi yg kalian dapet terutama di awal penulisan cerita, jadi struktur itu dibantu sekali oleh mereka. Dia tak mengganggu budaya atau ciri khas dari wiro sableng, tetapi memberi masukan dalam hal struktur. dan itu sangat memberikan input yg walaupun kecil, sedikit tetapi impact nya besar,” ucap Sheila Timothy ketika dihubungi lewat telepon oleh KapanLagi.com, Rabu (9/5).

Dikarenakan film WIRO SABLENG dan DEADPOOL yaitu satu company maka tidak heran seandainya sosok Wiro dan Anggini ada di dalam trailer film DEADPOOL 2. Hal tersebut yaitu cara promosi yg efisien dari kedua film tersebut. Terlebih lagi karena kedua trailer film tersebut juga rilis berdekatan.

Melihat hal tersebut membuat DEADPOOL 2 membuat orang Indonesia penasaran juga ingin melihatnya. Memang buat film WIRO SABLENG 212 ini Indonesia sudah mempunyai fansnya sendiri. Namun setelah trailer DEADPOOL 2 tersebut, sosok Wiro kini sudah mendunia dan ditunggu para penikmat film luar juga.

“Wiro Sableng tu milik fans cukup meluas. Memang saat kami mau bikin Wiro kami telah melakukan riset pasar, dan fansnya Wiro walaupun orang Indonesia tetapi tersebarnya cukup besar. Cukup wah gitu. Ada di Amerika dan yg pasti di South East Asia yg paham. Dari 2 macem, 1 yg paham ceritanya Wiro Sableng secara IP-nya (intelektual property), 2 yg suka dengan action fantasy. Dan action fantasy nya Indonesia tu sedang ditunggu banget, terutama sejak THE RAID, HEADSHOT, jadi emang ditunggu gitu,” tandasnya.

(kpl/nad/gen)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin