Gitaris Eric Clapton Ungkap Kehidupan Pribadinya Lewat Film Dokumenter

Toronto – Film dokumenter tentang kehidupan gitaris terkenal Eric Clapton yg secara terbuka mengungkap sisi gelap masa lalunya sebagai pemabuk meski disutradarai oleh teman lamanya, Lili Fini Zanuck, diluncurkan di Toronto pada Senin.

Zanuck yg mengenal Clapton selama 25 tahun, menyutradarai “Eric Clapton: Life in 12 Bars,” mengikuti kehidupan gitaris Inggris berusia 72 tahun tersebut dari masa kanak-kanak sampai menjadi bintang internasional, melalui perjuangannya dengan obat-obatan terlarang dan alkohol serta kematian anak laki-lakinya yg berumur empat tahun pada 1991.

“Untuk melihat diri aku melewati hal tersebut itu tidaklah mudah,” ujar Clapton kepada wartawan pada Senin di Festival Film Internasional Toronto, di mana film tersebut memulai debutnya.

“Hingga aku berhenti menjadi pemabuk, aku cuma berbicara omong kosong,” tambahnya.

Dalam otobiografinya pada 2007, Clapton menceritakan kecanduannya terhadap obat-obatan dan alkohol selama 20 tahun, yg membuatnya menghabiskan sekitar 16 ribu dolar AS per pekan bagi heroin pada 1970-an.

Kematian anaknya, Conor, yg jatuh dari gedung bertingkat tinggi di New York, memicunya berhenti dari kecanduan.

Musikus yg yaitu produser di film tersebut, berbicara tentang perjuangannya dengan membiarkan hidupnya didokumentasikan dan melakukan wawancara dengan Zanuck dalam sebuah film yg tak segan-segan mengungkapkan kesalahan yg diperbuatnya.

“Saya tak suka foto aku diambil, aku tak suka berbicara dengan wartawan. Saya cuma suka bermain musik,” kata Clapton.

Zanuck, peraih Oscar bagi “Driving Miss Daisy” pada 1989 menyampaikan bahwa Clapton tak mampu mengira tanggung jawab yg diberikan kepadanya.

“Bagi saya, film ini mengungkap tentang penebusan – penebusan pribadi, tak seperti apa yg dipkirkan oleh masyarakat,” ungkap Zanuck.

“Tidak ada seorang pun yg membuatnya bangkit dari keputusasaan, dia melakukannya sendiri,” tambahnya.

Clapton yg memiliki tembang hits seperti “Bell Bottom Blues,” “Kokain” dan “Layla,” sudah memenangkan 17 Grammy Awards, dan diabadikan dalam Rock and Roll Hall of Fame pada 2000. Dia berada di peringkat beberapa di majalah Rolling Stone tahun 2015 sebagai 100 gitaris terhebat sepanjang masa, setelah Jimi Hendrix.

“Eric Clapton: Life in 12 Bars” mulai ditayangkan di bioskop Amerika Utara akhir tahun ini dan mulai ditayangkan di saluran kabel premium Showtime pada Februari. Demikian laporan Reuters.

(Uu.KR-DVI/G003)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber:

http://www.antaranews.com/berita/652231/gitaris-eric-clapton-ungkap-kehidupan-pribadinya-lewat-film-dokumenter

Post Author: admin