Ika Natassa Ciptakan Dunia Sendiri Lewat Tulisan

Conference iDEAX x The NextDev 2018 semakin seru, dalam sesi Writing A World, Creating Characters, Living A Life. Apa lagi ketika Ika Natassa tiba memasuki stage. Penulis in pun segera menyapa semua peserta yg hadir.

BERITA TERKAIT
  • Susul afgan, virgoun sabet piala solois pria paling ngetop sctv music awards 2018!
  • Belum terpikir lanjutkan pendidikan, al ghazali pilih dalami dunia bisnis
  • Belum terpikir lanjutkan pendidikan, al ghazali pilih dalami dunia bisnis

Ika segera membuka acara dengan sebuah pertanyaan. Langsung saja para peserta segera menyambutnya, terlebih lagi para fans setianya. “Ada yg penasaran nggak sama yg jadi Harris?” ucap Ika Natassa.

Sesi dimulai dengan Ika Natassa memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. Ya, ia seorang banker yg cinta mulai menulis. Tak terasa, ia pun menekuni hobi menulis hingga menjadi karirnya kini telah 11 tahun lamanya.

“Hidup ini sebenarnya adalah perjalanan. Hidup baru memiliki makna kalau orang itu tahu dia dari mana dan mau jadi apa. Kalau mau tahu kamu jadi apa, dimulai dari harus tahu di mana kamu berada,” ucap Ika Natassa.

Ika menekuni dunia sebagai penulis berawal dari pengalaman pribadinya sendiri. Ia tidak mampu menemukan sebuah novel yg menceritakan tentang kehidupan seorang banker. Berangkat dari situlah, hingga akhirnya ia launching novel pertamanya ‘A Very Yuppy Wedding’.

Tak tanggung-tanggung 10 buku pun sudah ia lahirkan dari pikirannya. Tak cuma itu, buku-bukunya pun disambut hangat oleh para pembaca di luar sana. Termasuk karyanya yg menakjubkan ‘Antologi Rasa’ dan yg sudah diangkat ke layar lebar ‘Critical Eleven’.

“Seorang penulis itu yg utama bukan idenya, tetapi the art of story telling,” ucap wanita kelahiran Medan ini.

Tak cuma menulis, ia pun seakan membuat dunianya sendiri bagi para tokoh yg ada di novelnya. Ya, ia membuat akun Twitter buat sang tokoh. Dari situ Ika membuat sang tokoh tersebut mampu berinteraksi dengan tokoh lainnya ataupun para pembaca. tidak disangka, para netizen pun menyambutnya dengan baik. Karena mereka pikir, ini adalah sesuatu yg menarik.

Dari sebuah ide-idenya tersebut, ia pun mendapat kesempatan bagi berkolaborasi dengan Twitter Indonesia. Dari seluruh yg ia lakukan, ia pun sudah membuktikan bahwa sebagai penulis tidak cuma sedekar menulis saja, namun harus ada ciri khas tersendiri yg harus dibuat.

(kpl/gen)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin