Indische Party Dan The Flower Girl Gebrak Kota London

London – Kelompok musik Indische Party dan The Flower Girls yg mengusung lagu rock n roll tahun 60an yang berasal Indonesia serta DJ David Tarigan menggebrak kota London dalam rangkaian penampilan perdana di acara Festival Europalia Indonesia yg digelar di London pada Jumat malam.

“Kami merasa beruntung dan terhormat sekali mampu mewakili Indonesia dalam acara Festival Europalia Indonesia di London,” ujar vokalis Indische Party, Jafar Shadiq kepada Antara usai pertunjukan yg diadakan di gedung kesenian Rich Mix is East London’s Independent Arts Centre, di London timur.

Jafar Shadiq yg dikenal sebagai Mick Jagger nya Indonesia mengakui bahwa mereka tak menyangka kesukaan mereka mulai musik tahun 60an mendapat apresiasi dari pihak Europalia dan ini menjadi penyemangat untuk personal grup band jebolan dari IKJ Jakarta bagi selalu berkarya.

Terbentuk pada 2011, Indische Party, mengusung musik era 1960an bergenre Rhythm & Blues, Rock dan Pop, sudah launching tiga single andalan Waiting For You, Hey Girl, dan Sepeda. Indische Party, yg memenangi Converse Rubber Tracks 2015 dan sempat merekam dua lagu di Abbey Road Studios dua tahun lalu.

Dalam penampilan debutnya di Inggris, Indische Party yg terdiri atas Jafar Shadiq, sebagai vokalis, Kubil Idris (gitar), Jacobus Dimas (bass) dan Tika Pramesti (drum) membawakan lagu-lagu karya sendiri seperti Hey Girl, I wanna dance, Feel Alright Have you, Down on my own, Lonely, Waiting dan Serigala.

Dua lagu yg mereka rekam di Abbey Road London yg berjudul On Vacation dan Kubutuh Poundsterling yg direkam dua tahun dahulu berhasil menghibur para penonton sebagian besar warga Inggris dan diaspora Indonesia seperti Euis Walter dan Eka Rosher yg tiba khusus dari propinsi Essex.

“Kami bangga ada grup band dari Indonesia dapat tampil di London,” ujar Euis Walter. “Apalagi mereka membawakan lagu-lagu beraliran rock n roll seperti musik di Inggris.”

Sementara itu Elshinta Suyoso Marsden yg menetap di daerah York Inggris mengakui kehadiran kolompok musik Indische Party mengingatkan nya mulai sang ayah yg sejak awal banyak menolong menampilkan grup musik di studio radio Elshinta.

Penampilan kelompok musik The Flower Girls yg membawakan lagu-lagu Dara Puspita juga berhasil membangkitkan kenangan masa silam sebagian penonton yang berasal Indonesia.

Personil The Flower Girls yg terdiri atas Yuyi pada bas, Rika (gitar dan vokal), Tanya (lead gitar) dan Tika (drum) yg juga dari grup Indische Party dalam penampilannya membawakan lagu-lagu dari Dara Puspita.

“Kami masuk studio rekaman juga lebih gampang karena nama dan lagu-lagu yg dibawakan cukup akrab seperti lagu Surabaya oh Surabaya, Mari la kemari, dan lagu Burung kakak tua,” ujar Yuyi.

Sementara itu DJ David Tarigan, yg mendirikan Aksara Records pada 2004 dan baru-baru ini secara resmi launching arsip digital Irama Nusantara, yg bertujuan bagi melestarikan dan berbagi warisan musik populer dari kepulauan terbesar di dunia, juga berhasil membuat pengunjung yg masuk pusat kesenian Rich Mix is East London’s independent arts centre, di London timur bergoyang.

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin