Ingin Berkontribusi Dengan Banyak Orang, Desainer Jenahara Ingin Berwakaf

Mendengar kata wakaf pasti mulai berfikir itu yaitu bangunan atau tanah. Begitupun untuk desainer cantik Jenahara Nasution, mendengar kata wakaf, dia segera menjurus ke bangunan atau tanah. Padahal, wakaf sendiri bukan cuma berupa bangunan maupun tahan, namun mampu juga dalam bentuk uang maupun logam mulia.

BERITA TERKAIT
  • 7 Cara menggunakan jilbab modis dan modern, dengan tutorial plus gambar
  • 10 Cara menggunakan hijab modis, syar’i, dan cadar bagi muslimah semua umur
  • Begini gaya santun Lindsay Lohan ketika hadiri London Modest Fashion Week

“Selama ini, aku beranggapan bahwa ibadah wakaf baru mampu dilaksanakan setelah kalian memiliki tanah atau lahan berlebih, buat kemudian disumbangkan dan dimanfaatkan buat kesejahteraan masyarakat,” kata Jenahara, belum lama ini.

Karena hal itulah membuat Jenahara belum terlalu tertarik ikut wakaf. Dia mengatakan, buat ketika ini dirinya masih memprioritaskan keluarganya terlebih lalu ketimbang ikut berwakaf.

“Meski menyadari manfaat dan pahala wakaf yg selalu mengalir, wakaf belum menjadi prioritas aku dan keluarga, mengingat masih banyak kebutuhan dan perencanaan masa depan yg perlu dipenuhi. Karenanya, aku cenderung menunda berwakaf dan memilih menjalankan ibadah yang lain seperti infak dan sedekah,” katanya.

Namun sejak ada wakaf dengan cara lain, merupakan melalui asuransi syariah bernama Asuransi Brilliance Hasanah Maxima (ABHM), Jenahara jadi tertarik ikut berwakaf. Dengan wakaf, Jenahara mampu menolong masyarakat luas bukan cuma melalui sedekah dan infak saja.

“Mendengar penjelasan tentang fasilitas wakaf yg ada pada produk ABHM dari Sun Life, aku jadi paham, ternyata wakaf itu mudah, dan dapat dikerjakan oleh siapa saja, kapan saja, dan dengan manfaat besar bagi menolong membangun masyarakat. Saya jadi pengen ikut berwakaf agar mampu berkontribusi buat banyak orang, sekaligus memproteksi diri dan berinvestasi buat kenyamanan hidup di masa depan. Bisa bermanfaat di dunia dan di akhirat,” kata desainer kelahiran 1985 itu.

“Melalui wakaf, tentunya kami mampu mengajarkan konsep berbagi kepada anak-anak. Bahwa sesungguhnya sebaik-baik apa yg kami miliki, adalah yg bermanfaat bukan cuma bagi diri sendiri, tetapi juga orang banyak,” tandasnya.

(kpl/far/rna)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin