Jadi Disc Jokey Di ‘MENUNGGU PAGI’, Mario Lawalata Sempat Merasa Takut

Aktor Mario Lawalata kembali bermain film layar lebar. Setelah sukses memerankan sosok Edi di film BAYI GAIB, kini aktor 38 tahun itu kembali dilibatkan dalam film MENUNGGU PAGI. Di film ini, Mario Lawalata berperan sebagai pria bernama Martin yg bekerja sebagai Disk Jockey (DJ).

BERITA TERKAIT
  • Usai nobar film 22 Menit, Kapolres Samarinda kenang aksi teror bom Gereja Oikumene
  • Di depan Jokowi, Kapolri promosikan film ’22 Menit’
  • Menpora apresiasi film LIMA karena ajarkan nilai-nilai Pancasila

Sebagai DJ, banyak persoalan yg dihadapi oleh Mario Lawalata. Mulai dari persoalan asmara hingga mendapat imej negatif karena bekerja di dunia malam.

“Sebagai DJ Martin biasa lah DJ dengan permasalahannya. Punya pacar, aku milik pacar, pacar aku Aurelie jadi milik persoalan dengan percintaan, pergaulan malamnya, dengan sosok seorang DJ yg biasa orang bilang imejnya negatif seluruh macem,” kata Mario Lawalata di bilangan Senopati, Jakarta Selatan, Selasa (14/8/2018).

Mario Lawalata mengaku permasalahan yg dia alami sebagai DJ sama seperti kejadian nyata. Padahal, tak seluruh DJ terus dikaitkan dengan narkoba.

“Memang itu salah satu permasalahan yg terjadi di zaman sekarang. Itu memang terjadi di dalam dunia pergaulan malam apalagi seorang DJ yg rata-rata, nggak semua, kebanyakan negatif dengan drugs, dengan teman-temannya, dengan pacarnya, seperti itu,” katanya.

Tidak gampang buat Mario Lawalata memerankan DJ di film MENUNGGU PAGI. Terlebih karakter sebagai DJ baru pertama kali dia bisa setelah terjun ke dunia seni peran. Bahkan, karena pertama kali memerankan DJ, Mario Lawalata sempat merasa takut.

“Lumayan (susah), karena ini aku nggak pernah jadi DJ. Tapi banyak teman aku yg ngasih tau juga seperti apa dia. Terutama ketika jadi DJ semoga hasil bagus. Khawatir juga sempet takut kaku,” katanya.

(kpl/far/tmd)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin