“Jomblo” 2017, Melajang Versi Milenial

Jakarta – Agus (Ge Pamungkas), Doni (Richard Kyle), Bimo (Arie Kriting) dan Olip (Deva Mahenra) bertekad langsung mengakhiri status jomblo mereka demi wisuda dalam film “Jomblo” versi yg baru.

Meski malas, Doni si Don Juan terus menjadi tempat curhat yg yang lain mengenai persoalan menggaet lawan jenis, dan tak segan turun tangan segera buat memuluskan usaha sahabatnya mendapatkan pacar.
Melepas ke-jomblo-an tak semudah saran-saran Doni, pun status berpasangan tak seindah yg dibayangkan.
Doni, Agus, Bimo dan Olip sekali lagi harus menempuh ujian di tengah usaha melepas status jomblo dalam film baru versi para komika ini.

Sutradara Hanung Bramantyo telah membuat film dari novel Adhitya Mulya itu pada 2006, dengan premis status lajang di masa kuliah sebagai hal yg memalukan.

Sementara film “Jomblo” yg sekarang mencakup mencari semua cara buat mendapatkan pasangan, akan dari berkenalan lewat media sosial sampai kopi darat di kampus sebelah.
Hanung, yg mengaku penggemar berat novel “Jomblo”, rupanya ingin “menebus dosa” di film terdahulu yg menurutnya seperti mengamini nilai yg kurang baik, yg dibawa oleh karakter Agus dan Doni.
“Doni dan Agus akhirnya bahagia, tapi, Olip dan Bimo enggak mendapatkan apa-apa. Saya merasa dosa besar di ‘Jomblo’ pertama… Saya berusaha tebus di situ,” kata Hanung ketika jumpa pers, Sabtu dini hari.
Perbedaan zaman juga membuat alur cerita film “Jomblo” lebih kompleks dari versi terdahulu. Kala itu, media sosial belum lazim digunakan dan interaksi belum sebebas masa kini.
Hanung mengaku kesulitan mengadposi kelucuan berinteraksi di media sosial ke dalam film, meskipun pun sebetulnya kehadiran para komika saja telah membuatnya lucu.
Agar Beda
Agar semangat film baru benar-benar berbeda dengan yg terdahulu, Hanung tak menganjurkan para aktor dan aktris yg terlibat dalam film bagi menonton “Jomblo” versi 2006 atau berkonsultasi dengan para pemain terdahulu: Christian Sugiono, Ringgo Agus, Rizky Hanggono dan Dennis Adhiswara.
Ia pun urung menyelipkan kehadiran para aktor lama di film komedi ini sebagai senior. Christian dan kawan-kawannya pun milik kesibukan masing-masing.
“Khawatir, kalau ada yg lama, mereka mulai terpengaruh,” kata Hanung.
Deva Mahenra mengaku lebih banyak berdiskusi dengan Hanung dan penulis novel Adhitya Mulya buat mendalami karakter Olip.
“Konsultasi ke Hanung dan Adhit, mereka menyampaikan tak perlu nonton film yg lama karena nanti kalian mulai milik gambaran,” kata Deva.
Menurut Deva, baik film lama maupun baru masing-masing memiliki “kitab”, apalagi kedua film dibuat dengan cara yg berbeda. Jika “Jomblo” 2006 diangkat dari novel, film yg baru dibukukan berdasarkan film.
“Jomblo itu isu yg ada di seluruh zaman, itu yg mencoba dihadirkan di ‘kitab Jomblo’. Sekarang milenials, kalian ingin menghadirkan sesuatu yg baru dan fresh,” kata Deva.
Arie Kriting sependapat. Penggemar film “Jomblo” 2006 itu pun tak berkonsultasi dengan aktor yg dahulu memerankan Bimo, Dennis Adhiswara, karena ingin membuat karakter baru yg utuh.
“Yang 2006 telah bagus, kami tak mampu bikin yg lebih baik dari itu. Yang menonton pun jadi milik pilihan, mana yg lebih bagus,” kata Arie.

Melalui “Jomblo” 2017, mereka ingin menggaet penonton generasi baru karena mereka yg pernah menonton versi 2006, mungkin telah tak tersambung dengan film karena persoalan yg dialami pun bertumbuh.

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin