Prilly Latuconsina Bicara Tentang ‘DANUR 2’ Dan ‘PENGABDI SETAN’

Masa-masa kejayaan film horor Tanah Air ketika ini tengah kembali. Salah satu pemicunya adalah film PENGABDI SETAN karya Joko Anwar yg sukses besar membuat para penonton berdebar-debar ketakutan sepanjang durasi film. Jumlah penontonnya pun tidak main-main hingga masuk box office.

Nah ketika ini, Prilly Latuconsina tengah sibuk menjalani syuting film horor DANUR: MADDAH yg yaitu sequel dari film pertamanya yg tayang pada Maret 2017 lalu. Prilly dulu dimintai pendapatnya mengenai kemungkinan DANUR 2 dapat melebihi kesuksesan dari PENGABDI SETAN nantinya.

“Hahaha. Sebenarnya tujuan saya pastinya kalau film kami box office itu kami seneng ya sebagai pemain, karena karya kalian banyak dilihat. Tapi tujuan pertama saya itu, main horor dari awal itu kami nggak pernah nargetin penonton kami berapa. Cuma Alhamdulillah banget, keajaiban, tiba-tiba DANUR pertama 2 juta penonton. Kita nggak rencanin. Begitupun juga DANUR 2, kami nggak pernah rencanain dan nargetin penonton kalian berapa. Tapi jujur pasti kalian pengen banyak penontonnya. Karena siapa sih yg nggak mau karyanya dilihat orang banyak? Apalagi DANUR 2 ini lebih lebih dari pertama. Pasti pengen melebihi penontonnya dari DANUR pertama. Cuma kalau melebihi film yang lain (penontonnya) saya nggak tahu karena saya nggak nonton. Cuma yg saya tahu PENGABDI SETAN adalah film yg sangat bagus banget, jadi ya saya nggak tahu deh. Dan kalau nggak ngelebihin PENGABDI SETAN pun nggak apa-apa. Maksudnya kalian pun nggak menjadikan film yang lain itu adalah kompetitor kita. Film yang lain itu sebagai pacuan kita. Itu sebagai referensi dan acuan bagi berkarya. Mungkin harus dibikin kayak gini, dan lain-lain,” jawab Prilly bijak saat ditemui di lokasi syuting DANUR: MADDAH belum lama ini.

“Kebetulan saya nggak nonton PENGABDI SETAN, karena waktu itu lagi ujian UTS. Jadi nggak nonton, sibuk belajar banget. Cuma kalau dari segi horor, DANUR 2 itu kan kisah nyata, jadi kalian nggak mampu banyak improvisasi soal cerita. Dan saya juga nggak mampu banyak improvisasi soal karakter karena saya menghargai cerita yg Risa kasih dan menghargai karakter Risa. Dan semoga cerita asli ini udah cukup bikin serem tanpa harus kami karang-karang, tambah-tambahin. Kita juga mau nambahin bingung, nggak boleh kan cerita aslinya. Jadi semoga dari segi serem mampu melebihi film-film yg lainnya,” sambungnya.

Lebih jauh, Prilly bercerita mengenai tingkat kesulitan syuting film horor yg menurutnya melebihi film biasa. Pasalnya, banyak adegan yg harus dilakukannya tanpa dialog namun tetap kelihatan real.

“Kalau syuting film horor lebih lama, dari kami jalan, kalian nengok, kalian ngerasain sesuatu, tetapi nggak ngomong, itu harus terlihat di kamera. Kata acting coachku, walaupun nggak ngomong tetapi mata lo harus nembus ke kamera lensa, jadi itu nyampe ke penonton. Tapi itu susah karena nggak ada dialog. Tapi yg banyak itu narasinya. Kita ngapalin narasi bukan ngapalin dialog,” pungkas Prilly.

(kpl/bus/gtr)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin