Salah Satu Ledakan Bom Surabaya Terjadi Di Dekat Toko Vidi Aldiano

Peristiwa ledakan bom yg meneror 3 gereja di Surabaya masih menyisakan duka yg mendalam di hati rakyat Indonesia. Penyanyi muda Indonesia, Vidi Aldiano ikut memberikan komentar terkait tragedi yg terjadi pada hari Minggu (13/5).

BERITA TERKAIT
  • Isabella Moner, pemeran DORA THE EXPLORER yg hot dan multitalenta
  • Ada Wiro Sableng di DEADPOOL 2, kok bisa?
  • 212 THE POWER OF LOVE yg terinpirasi aksi demo 212, seperti apa ceritanya?

Saat ditemui di bilangan Senayan, Jakarta Pusat oleh KapanLagi.com, Vidi menyatakan kalau dirinya merasa geram dengan aksi terorisme bom Surabaya. Hal ini menjadi bukti kuat seandainya ketika ini Bangsa Indonesia tengah dalam keadaan gawat darurat. Dengan kata lain, banyak hal yg harus dibenahi oleh pemerintah, pun penduduknya.

“Ya terbukti ada aksi terorisme karena kurang pendidikan, mentalnya jelek, nggak milik otak. Gue kesel banget. Menurut gue itu tanda kalau Indonesia lagi gawat darurat,” ujar Vidi.

“Gila man tahun 2018 kok masih ada orang yg berpikir radikal. Buat gue itu kesel dan pengen ngumpat rasanya. Itu katanya yg bawa bom ibu dan bawa-bawa anak, gue nggak ngerti pola pikir bagaimana. Itu gue pikir mindset orang Indonesia memang masih harus diperbaiki lagi,” sambungnya penuh amarah.

Vidi Aldiano KapanLagi – Budy Santoso

Di dekat salah satu lokasi pengeboman, ada toko punya Vidi. Setelah mendengar kabar ini, pria berusia 28 tahun itu segera menghubungi para karyawannya bagi memastikan seandainya mereka baik-baik saja. Terlebih lagi, ada beberapa di antara mereka yg non-muslim dan dapat saja pergi ke Gereja buat beribadah di Hari Minggu.

“Iya itu dekat toko gue bomnya. Gue bangun tidur baca berita dan bikin gue kesel, marah, sedih. Langsung (gue cek). Gue dengar berita itu gue telepon dan cek segala tim gue yg di sana. Terutama non muslim, kan mereka harusnya ke gereja. Pagi-pagi dan toko gue itu memang di Jalan Diponegoro, di satu pos situ,” tutur Vidi.

Untunglah tidak ada satu pun pegawai Vidi yg menjadi korban. “Alhamdulillah aman,” pungkasnya.

Sumber: KapanLagi.com [tsr]

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin