Soal Kepala Dalam Magic Jar Di Iklan, Dimas Djay: Memang Ibunya Masuk Ke Sana

Keberadaan kepala ibu personel grup qasidah di dalam magic jar pada iklan Ramayana buatan Dimas Djayadiningrat menjadi hal yg paling disorot oleh penonton iklan Ramayana. Mengapa sampai ada kepala seorang ibu di dalam magic jar adalah sebuah hal yg sulit dimengerti namun kelihatan kocak.

BERITA TERKAIT
  • Iklan Ramayana Versi Qasidah Viral, Dimas Djay: Semua Tergantung Kliennya!
  • Pilih grup qasida Nurul Syifa bagi iklan, Dimas Djay: Mereka bocor-bocor
  • Dimas Djay ungkap proses di balik iklan Ramayana versi qasidah

Ketika dihubungi KapanLagi.com lewat sambungan telepon, Kamis, (17/5) Dimas memberikan penjelasan soal kepala dalam magic jar ini. Dengan bercanda, Dimas menyebut kemunculan sang ibu seperti saat seseorang menanak nasi.

“Itu (ibunya) dari semalem. Jadi ibunya dicuci dulu, selalu dimasukin. Nanti kan dia keluar sendiri. Hahahaha,” ujar Dimas.

“Jadi aku bikin konsepnya qasidah itu memang kayak narator. Narator kan suka ada di mana-mana. Kalau di film kan kayak gitu, tetapi nggak mampu dilihat. Ini juga sama sih. Kesannya talent kalian ini tak ada, si ibu-ibu ini hanya narator saja. Dia mampu muncul di mana-mana, termasuk di magic jar. Ada di keranjang juga, ada yg di atas angkot. Di video klip juga kadang kayak gitu. Naratornya seperti tak terlihat. Cuma mengatakan pesannya doang dan adegan di depannya berjalan sendiri,” urainya.

Lebih lanjut Dimas menyebut bahwa adegan kepala di dalam magic jar adalah sebuah kebetulan. Ia mendadak milik ide itu setelah melihat lokasi syuting.

“Pas lagi cek lokasi, oh ada magic jar. Udah ibunya keluarin dari magic jar aja. Orang-orang sih bingung dulu, lihat muka aku semua. Hah? Gimana? Ada caranya sih. Tapi ibu itu dapat masuk situ. Direndam semalaman nanti muncul, hahaha,” terang Dimas sambil setengah bercanda.

Meski hal itu mampu dikerjakan dengan teknik editing masa kini, tetapi Dimas memilih buat mengambil gambar secara alami. Ia tidak mau konsep jadul yg telah ia angkat sejak awal jadi berantakan karena editing.

“Pakai teknik kamera. Kalau editing terlalu canggih ya. Karena aku bikin kesannya vintage gitu. Zaman Nasida Ria gitu kan. Kan semuanya teknologi rendah semua. Jadi memang syuting itu, ibunya ada di dalam situ,” lanjut Dimas.

Hampir segala bagian dari iklan Ramayana ini adalah ide spontan Dimas dan tim di lapangan. Mulai dari lirik, palakan preman, kepala di magic jar, semuanya spontan. Yang tak spontan adalah adegan di atas angkot, karena ia harus memikirkan keamanan.

“Cuma kalau di dalam magic jar memang spontan. Beberapa hari sebelumnya cek lokasi, kedua kalinya aku lihat magic jar. Ini, ibunya masukin sini aja, hehe,” pungkasnya.

(kpl/rhm/phi)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin