Stand Up Di Depan Mandor, Didi Suca 4: ‘nggak Lucu Saya Dilempar Bata’

Dikenal dengan materi-materinya yg berkutat dengan kehidupan seputar kuli bangunan, kali ini Didi dikejutkan dengan kehadiran 2 rekannya, mandor dan teman sesama kuli bangunan. Akankah penampilan DIdi berbeda berkat itu?

BERITA TERKAIT
  • Komika Dani Aditya kerap diminta dosen beraksi di jam kuliah
  • Komika Dani: Saya cari tawa, bukan cari kasihan
  • Apa maksud Jokowi undang pelawak ketika Setnov mundur?

Bisa jadi, pasalnya malam itu (16/10) Didi tampil tak maksimal. mampu tantangan membawa materi bertopik sinetron, Didi segera bicara soal peran orang miskin di sinetron. Mulai dari akting yg nggak natural hingga orang miskin berdandan menor. Itu segala bertolak belakang dengan kehidupanya sebagai sebenar-benarnya orang miskin.

Sebab itu, ia berharap kelak Raditya Dika mengajaknya main film buat mengisi peran orang miskin, sebab jelas, dirinya nggak perlu akting buat berperan bgitu. Duh, mampu aja kuli gokil satu ini.

Kelar stnd up, DIdi segera dihujani komentar oleh para juri. Dimulai dari Arie Kriting. Lelaki berkulit gelap ini merasa ada sesuatu yafa salah sari Didi. “Kalau menyelami materi kang Didi tak ada persoalan ya. Cuman delivery aja sih yg beberapa kali keserimpet yg aku tak tahu penyebabnya apa,” tukasnya.

Sementara Abdel Achrian menilai Didi terlalu terburu-buru dan kehilangan jiwa panggungnya. Ia kadung berekspektasi tinggi pada Didi, wajar, Didi terus berhasil memantik tawa fi minggu-minggu ssebelumnya.

Menggarisbawahi Didi yg goyang, komentar itu keluar dari Raditya Dika. Yup, Didi memang kelihatan belibet bicara berkali-kali, bahkan hampir lupakan bitnya sendiri. “Goyangnya itu sampai suaranya gemeteran, dari akan goyang yg pertama suaranya gemeteran. Yang kelihatan sekarang ya Kang Didi yg sangat-sangat goyang, pungkas Radit.

(kpl/mag)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin