Sudah 8 Tahun Berlalu, Bagaimana Akhir Kasus Video Ariel, Luna, Dan Cut Tari?

Delapan tahun yg lalu, tepatnya pada Juni 2010, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan beredarnya sebuah video mesum yg pelakunya adalah artis tanah air. Mereka adalah Ariel Noah dan Luna Maya. Sontak, video itu pun menjadi perbincangan segala orang.

BERITA TERKAIT
  • Sembilan zodiak berikut mulai beruntung di bulan Agustus ini!
  • Tiga pertanda sebelum gempa Lombok terjadi
  • Dikabarkan jadi komisaris Inalum, ini kata Dirjen Minerba Bambang Gatot

Jeda beberapa hari, rekaman asusila lainnya yg juga diduga diperankan Ariel dengan artis Cut Tari tersebar di laman berbagi video. Jadi lah masalah ini menyeret Ariel Noah, Luna Maya dan Cut Tari ke dalam perkara yg hingga sekarang masih menggantung.

luna maya cut tari 2018 liputan6.com

Sejumlah pihak kemudian mendesak Polri bagi turun tangan bagi mengusut peredaran video tersebut. Mereka khawatir, video itu mampu memberikan pengaruh buruk mengingat pemeran yg terlibat adalah idola jutaan anak dan remaja.

Di tengah desakan tersebut, Polri memutuskan Ariel sebagai tersangka pada 22 Juni 2010. Musikus yg melejit dengan band Peterpan itu dulu divonis 3,5 tahun oleh Pengadilan Negeri Bandung karena dinilai bersalah melanggar Pasal 29 jo Pasal 45 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi pada Senin, 31 Januari 2011.

Sementara masalah Luna Maya dan Cut Tari akan terkubur saat masalah Ariel akan masuk ke Kejaksaan. Padahal, mereka juga telah ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat 2 Juli 2010. Polisi menjerat keduanya dengan Pasal 282 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Asusila.

Lama tidak terdengar, perkara video mesum keduanya mencuat lagi, Selasa (7/8/2018). Siang itu, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak praperadilan yg diajukan Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (PL3HI). Hakim tunggal Florenssani Susanti menilai PN Jakarta Selatan tak berwenang mengurus permohonan praperadilan perkara Luna Maya dan Cut Tari. Sebab, kepolisian belum mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3).

Polri yg sudah mendengar putusan praperadilan terkait status hukum kedua artis tersebut menegaskan, penyidikan tetap berlanjut.

“Ya, memang (masih berlanjut),” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2018).

Namun, pakar hukum pidana Universitas Parahyangan, Agustinus Pohan, menilai Bareskrim Polri sebaiknya menghentikan perkara ini. Dia mengatakan, masalah tersebut lemah karena memang tak ada pasal yg dilanggar oleh Luna Maya dan Cut Tari.

“Lemah secara hukum. Memang perbuatan itu tak baik, tapi buktinya apa? Dari sisi perkara Ariel saja lemah, apalagi perkara mereka berdua. Mereka tak pernah meng-upload, mereka juga tak sadar kalau direkam dan disebarkan videonya. Jadi, masalah ini tak perlu dilanjutkan,” kata Agustinus Pohan kepada Liputan6.com, Selasa.

Dia juga menganggap masalah ini tak penting. Hal itu ditunjukkan dengan sikap Kejaksaan yg tak mendesak Kepolisian atau mengajukan praperadilan.

“PL3HI tak berhak mengajukan praperadilan, harusnya Kejaksaan. Koreksinya (kasus Luna Maya dan Cut Tari) ada di tangan Kejaksaan. Kalau utama bagi diteruskan, dia mampu mengajukan praperadilan. Tetapi kalau melihat dari sikapnya, Kejaksaan menganggap masalah ini tak penting,” ucap Agustinus.

Namun, lanjut dia, satu hal yg harus diingat. Pada ketika itu, polisi mendapat tekanan yg hebat dari publik.

luna maya cut tari 2018 liputan6.com

Pakar hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII), Mudzakir, bahkan berpendapat Luna Maya dan Cut Tari harus dilindungi. Apalagi, lanjut dia, keduanya tak tahu-menahu perihal perekaman dan penyebaran video tersebut.

Dia mengatakan, Luna Maya dan Cut Tari yaitu korban seandainya benar tak tahu tentang perekaman serta penyebaran video asusila itu.

“Yang paling salah adalah orang yg merekam dan mempublikasikan. Nah, sekarang ini yg mempublikasikan kan telah dihukum, dipenjara. Yang merekam juga telah dihukum penjara. Pertanyaannya, rekaman ini disetujui atau tidak. Kalau tak disetujui, dua orang ini jadi korban. Sebaiknya penyidik dan penegak hukum melindungi korban ini,” ujar Mudzakir saat dihubungi Liputan6.com.

Sebelumnya, Cut Tari sudah meminta maaf dan mengaku tak tahu tentang pembuatan video dan peredarannya. Hal tersebut diungkapkan pengacara Tari, Hotman Paris.

“Perlu aku tegaskan bahwa pernyataan maaf tersebut bukan menyangkut pembuatan video dan peredarannya. Cut Tari tak pernah membuat atau menyetujui mengenai pembuatan video porno itu atau tak tahu tentang video tersebut. Dia juga tak pernah mengetahui soal peredaran video tersebut,” ujar Hotman Paris Hutapea di kantornya, Jakarta, Kamis 8 Juli 2010 malam.


Kedaluwarsa?

luna maya cut tari 2018 liputan6.com

Bagai bumerang, permohonan praperadilan masalah video asusila Luna Maya dan Cut Tari justru membuat masalah itu mencuat lagi. Polisi pun memastikan masih melanjutkan penyidikan masalah asusila tersebut, meskipun sudah terkubur 8 tahun.

Muncul pertanyaan, apakah perkara itu tak kedaluwarsa?

Pakar hukum pidana Agustinus Pohan mengatakan, masa kedaluwarsa penuntutan terbagi tiga, tergantung berat ancaman hukumannya. Ada yg masa kedaluwarsanya 6 tahun, 12 tahun dan 18 tahun.

Luna Maya dan Cut Tari sendiri dijerat dengan Pasal 282 ayat 1 KUHP tentang Asusila. Aturan tersebut berbunyi:

“Barang siapa menyiarkan, mempertontonkan atau menempelkan dengan berterang-terangan suatu tulisan yg diketahui isinya, atau suatu gambar atau barang yg dikenalnya yg melanggar perasaan kesopanan, maupun membuat, membawa masuk, mengirimkan langsung, membawa keluar atau menyediakan tulisan, gambar atau barang itu bagi disiarkan, dipertontonkan atau ditempelkan sehingga terlihat oleh orang banyak, ataupun dengan berterang-terangan atau dengan menyiarkan sesuatu surat, ataupun dengan berterang-terangan diminta atau memamerkan bahwa tulisan, gambar atau barang itu boleh didapat, dihukum penjara selama-lamanya satu tahun empat bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 45.000.”

Oleh karena itu, dia menilai, perkara ini telah kedaluwarsa. “Kalau itu, masuk ke kedaluwarsa 6 tahun. Kasus ini harus dianggap kedaluwarsa. Betul, sekarang itu penyidikan, tapi buktinya apa?” tutur Agustinus.

Pakar hukum pidana Universitas Muhammadiyah Choirul Huda menganggap, Luna Maya dan Cut Tari justru tak pernah menjadi tersangka dalam masalah ini. Pendapat itu berkaca pada putusan sidang Ariel Noah.

“Ariel itu diputus bersalah karena ikut menyebarkan pornografi. Bukan sebagai pembuat atau peraganya, modelnya, tapi karena ikut menyebarkan. Makanya kalau melihat konstruksinya seperti itu, ya tentu bersumber dari device-nya Ariel apakah laptop, apakah internal hardisk. Makanya kemudian pertanggungjawabannya diminta terhadap hak itu, sehingga tak mampu dikenai pertanggungjawabannya terhadap Luna maupun Cut Tari,” Choirul Huda menjelaskan.

Dia pun sependapat dengan Agustinus Pohan, polisi harus menghentikan perkara ini. Terlebih, sebagai perempuan, mereka telah banyak dirugikan.

“Apalagi peristiwanya 8 tahun. Sudahlah, mereka juga sekarang telah insyaf. Sudah jadi orang baik. Sudahlah enggak usah dipersoalkan. Jadi, kami enggak usah ikut manas-manasin buat diangkat lagi. Sudahlah, cukuplah, mereka itu telah mendapatkan hukuman sosial sangat berat. Enggak laku jadi artis, anak-anak juga ikut mendapat sanksi sosial, kan, kasihan,” kata dia kepada Liputan6.com.


Kasus Ariel dan Penyebar Video

luna maya cut tari 2018 liputan6.com

Pada masalah video porno rangkaian masalah Luna Maya dan Cut Tari, Nazriel Irham atau Ariel Noah, divonis tiga tahun enam bulan penjara dan membayar denda Rp 250 juta dikurangi masa tahanan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung.

“Berdasarkan fakta persidangan terdakwa dijatuhi hukuman selama tiga tahun enam bulan penjara dan denda Rp 250 juta dikurangi masa tahanan,” kata Ketua Majelis Hakim Singgih Budi Prakoso.

Dia pun telah mendengar soal putusan praperadilan perkara Luna Maya dan Cut Tari. Namun, Ariel mengaku tidak persoalan bila masalah tersebut kembali diangkat.

“Ah enggak, itu mah telah diproses saja. Semoga cepat beres saja,” ujar Ariel NOAH ketika berkunjung ke Lapas Kebonwaru, Bandung, Senin 6 Agustus 2018.

Sementara, pengadilan juga sudah memvonis penyebar video mesum itu, Reza Rizaldy alias Redjoy, dengan hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 250 juta. Dalam sidang yg digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Senin 31 Januari 2011, majelis hakim menilai Redjoy terbukti mengedarkan dua video porno Ariel.

Kasus ini seharusnya sudah lama selesai. Namun karena kekurangan bukti dan terbengkalai sangat lama, masalah ini belum menemukan titik akhir sampai sekarang, yg menyebabkan nama ketiga artis tersebut masih menjadi tersangka.

Sumber: Liputan6.com [mg2]

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin