Terinspirasi Dari Prilly Latuconsina, Penyanyi Ini Bikin Lagu Berjudul Intimidasi Dun

Zaman sekarang sosial media tampaknya tak terus digunakan dengan baik. Beberapa orang bahkan kadang menyalahgunakan sosial media bagi menjatuhkan orang yang lain melalui bullying, body shaming, hingga penindasan secara seksual.

BERITA TERKAIT
  • Tak Terlalu Suka Manis, Pamela Bowie Pilih Cokelat Rasa Green Tea
  • Penjual bakso cantik ini mencoba peruntungan di dunia dangdut lewat lagu ‘Disiksa Buaya’
  • Hamil 25 minggu, cici panda puji bayi yg dikandungnya

Penyanyi muda yang berasal Tangerang, Dimas Sufi yg merasa resah dengan hal tersebut akhirnya membuat lagu berjudul Intimidasi Dunia Maya. Melalui single terbarunya itu, Ia berusaha menyuarakan luapan emosi dan bentuk perlawanan para korban bullying yg kerap terjadi di dunia maya.

Awalnya, Dimas Sufi mengaku terinspirasi dari sebuah tayangan infotainment tentang perkara Prilly Latuconsina yg jatuh sakit karena ingin kurus akibat body shaming oleh warganet.

“Sekarang dunia maya jadi dunia tanpa batas. Semua orang mampu secara gamblang mengatakan pendapatnya dengan bebas dan luas. Intimidasi dunia maya itu terjadi ketika orang nggak bertanggungjawab dengan kebebasan berpendapat itu,” papar Dimas Sufi tentang lagunya.

“Sangat wajar kalau korban merasa tertekan, depresi, bahkan sampai menyebabkan kematian. Makanya lagu ini adalah luapan protes dan bentuk perlawanan para korban,” lanjut penyanyi kelahiran tahun 1988 itu.

Ia coba mengaransemen lagunya dengan sedikit pengaruh dari grup musik Foo Fighters, dibantu oleh Fadly Sampulawa yg bertindak sebagai music director pada proses pengerjaan lagu. Dimas Sufi tak cuma menuangkan kegelisahannya ke dalam bentuk lagu, tapi ia juga mengubahnya ke dalam bentuk visual, merupakan dalam format video klip buat singlenya tersebut. Ia sendiri bertindak sebagai sutradara, dibantu oleh Dudi Andrian sebagai director of photography.

“Saya coba menggambarkan proses luapan perasaan para korban intimidasi. Diawali dengan keadaan mereka yg nyaman dan tenang, dahulu akan frustasi, stress, depresi, sampai akhirnya merasa cuek bahwa dunia maya ini adalah punya kami,” ungkapnya.

Sebelumnya Dimas Sufi dikenal melalui album bertajuk Merah yg rilis pada tahun 2016. Karir musiknya selalu melaju hingga karyanya yg berjudul Kopi, sempat mendapatkan dukungan dari organisasi non-pemerintah WWF Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam.

(kpl/rhm/gen)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin