Terkait Tayangan Alay, Feby Febiola Himbau Agar Tidak Salahkan Artis

Pasca Deddy Corbuzier menyuarakan pendapatnya tentang acara kurang mendidik di layar televisi, beberapa publik figur turut muncul di media sosial. Tak sedikit yg pro namun ada pula yg netral bahkan kontra. Artis kawakan Feby Febiola juga ikut berpendapat tentang statement Deddy.

BERITA TERKAIT
  • Santer Isu Tayangan Alay, Artis Kawakan Feby Febiola Turut Beri Komentar
  • Kini tayang dini hari, Jessica Iskandar bantah Pesbukers mulai ‘Bungkus’
  • Soal rumor balikan sama Deddy, Kalina Ocktaranny beri klarifikasi

Menurutnya, seorang artis tak sepatutnya dipersalahkan atas program yg dinilai alay oleh Deddy. Sebagai salah seorang publik figur senior, Feby pun membeberkan bagaimana cara kerja rating di stasiun televisi. Sebelumnya ia pernah menjelaskan di sebuah postingan Instastory bahwa setiap tayangan televisi mulai dinilai pengaruhnya terhadap respon publik M2M (minute to minute).

“Dari mana rating dan M2M berasal? Asalnya adalah dari lembaga survey namanya AC Nielsen. Jadi lembaga survey ini memasang alat di 100 rumah, pasangnya di televisi. 100 orang ini mewakili kelas penonton merupakan A, B dan C. Dari alat ini mulai ketahuan acara mana saja yg banyak ditonton, prime time alias jam berapa saja yg paling banyak pemirsanya,” ungkap Feby menjelaskan.

“Itu kenapa acara gosip banyak siang hari karena penontonnya kebanyakan ibu-ibu rumah tangga atau mungkin baby sitter lagi momong anak. Sinetron keluarga kebanyakan malam karena anak-anak dan bapak telah pulang kantor,” imbuhnya.

Dari survey tersebut, menurut Feby, nantinya mulai dibuat sebuah laporan perihal adegan serta program apa yg mendapat rating tinggi. Oleh karenanya, cukup masuk akal apabila Feby menghimbau agar artis yg bekerja bagi program tertentu tak dipersalahkan. Pasalnya, mereka cuma bekerja bagi memenuhi permintaan penonton.

“Daripada marah-marah ke artis alay atau acara alay ya mending cari hiburan yang lain yg lebih bermanfaat. Balik ke buku? Atau internet? Gimana dengan orang di pelosok yg tak ada internet. Well, dari survey sih kebanyakan penonton TV itu dari kota besar. Bersyukur di Indonesia milik banyak budaya, TV bukan satu-satunya sumber hiburan. Ada banyak kesenian tradisional yg mampu menghibur, seperti wayang, tari dan cerita rakyat,” pungkasnya mengakhiri.

(kpl/tmd)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin