Tiga Perintis Seni Gamelan Di Inggris Dapat Penghargaan

London – Pemerintah Indonesia memberikan penghargaan kepada tiga orang yg mempelopori kegiatan kesenian gamelan di Inggris pada acara puncak International Gamelan Festival (IGF) 2017 di Cadogan Hall London, Minggu malam waktu setempat.

Direktur Jenderal Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid dan Duta Besar RI di London Rizal Sukma menyerahkan penghargaan pemerintah Indonesia kepada Alec Roth, Neill Sorrell, dan Anne Hunt.

Kepada Antara, Anne Hunt mengaku terharu dan tak menyangka usahanya mempopulerkan musik gamelan di Inggris mendapat penghargaan.

“Suatu kehormatan dan kebanggaan buat aku pribadi mendapat penghargaan atas apa yg pernah aku lakukan,” kata Anne Hunt, yg berharap mampu kembali ke Indonesia.

Dia pernah membawa tur musisi dan penari Jawa keliling Inggris dan Eropa dengan perangkat gamelan berada belakang mobil van.

Sementara Neill Sorrell, etnomusikolog yg pernah belajar gamelan di Universitas Wesleyan, mengibaratkan upaya mereka sebagai bibit bunga yg kini telah tumbuh dan bertambah banyak.

Pengajar musik di York University itu mendorong universitas membeli gamelan, yg baru terwujud setelah upaya delapan tahun, serta terlibat dalam berbagai kegiatan kesenian gamelan di Inggris seperti Durham Oriental Music Festival & English Gamelan Orchestra.

Selain bermusik, Neill Sorrell banyak menulis buku dan artikel tentang gamelan serta membuat komposisi gamelan.

Sementara Alec Roth, ketika gamelan SouthBank dibuka tahun 1987/88 memberi akses buat publik bagi belajar gamelan.

Programnya membuka kelas malam, lokakarya dan pelatihan gamelan di sekolah dan kelas anak-anak di akhir minggu yaitu terobosan yg patut dihargai dalam memperkenalkan gamelan di Inggris.

Pendiri kelompok gamelan South Bank itu juga yg mengajak guru bagi membeli gamelan dan membuka program gamelan di sekolah-sekolah di Inggris.

Para penerima penghargaan dari Inggris mulai diundang bagi menghadiri Internasional Festival Gamelan di Solo tahun 2018 .

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid menyampaikan penghargaan kepada ketiga pendiri seni gamelan itu yaitu bentuk apresiasi pemerintah kepara orang-orang yg mendukung pengembangan musik gamelan di Inggris.

Gamelan telah mendunia sejak 1889, saat Paris World Fair menampilkannya. Sekarang gamelan telah tersebar dan tumbuh di banyak lembaga pendidikan dan seni, dan menjadi salah sesuatu alat ekspresi seniman dunia.

Komunitas-komunitas gamelan sekarang telah tersebar di Prancis, Inggris, Belanda, Jerman dan negara Eropa lain; serta Amerika dan Asia. Di Amerika tercatat ada setidaknya 200-an komunitas gamelan sedang di Inggris ada 158 komunitas.

Kepala Subdit Diplomasi Budaya Luar Negeri Ahmad Mahendra menyampaikan di Inggris, gamelan telah terdokumentasi oleh Stamford Raffles (1781-1826) yg memberikan deskripsi gamelan paling awal dalam The History of Java (1817).

Raffles adalah orang Inggris pertama yg membawa beberapa ansambel gamelan ke negaranya. Satu di antaranya dapat ditemukan di Claydon House di London. British Museum juga menyimpan koleksi gamelan sejak tahun 1859.

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin