Tuai Caci Maki Karena Tutup Jalan Bikin Macet, Sutradara ’22 MENIT’ Minta Maaf

Sekitar bulan April dahulu sutradara Eugene Panji melakukan pengambilan gambar film 22 MENIT. Drama aksi ini terinspirasi tragedi Bom Thamrin yg terjadi pada 14 Januari 2016 silam.

BERITA TERKAIT
  • Di depan Jokowi, Kapolri promosikan film ’22 Menit’
  • Menpora apresiasi film LIMA karena ajarkan nilai-nilai Pancasila
  • Ada sosok Wiro Sableng di ‘Deadpool 2’?

Meski cuma terinspirasi, Eugene menggunakan lokasi asli yakni Pos Polisi kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Selama empat kali Sabtu dan Minggu, jalan area Thamrin terpaksa dibuka-tutup oleh pihak kepolisian demi kelancaran pengambilan gambar.

Langkah ini rupanya mendapat protes keras dari warganet lantaran mereka harus terjebak macet. Meski kejadian telah lama berlalu, jelang perilisan film tersebut Eugene melakukan permintaan maaf apabila syuting 22 MENIT sempat mengganggu kenyamanan berkendara.

“Ini film inspired by true events, bukan based on true story, tetapi kami tetap merekonstruksi kejadian nyata. Karena sulit memindah lokasi Thamrin yg bentuk gedungnya tak pernah berubah, akhirnya tim produksi terpaksa menggunakan tempat asli. Untuk itu kita minta maaf sempat membuat macet,” kata Eugene ditemui dalam jumpa pers di Epicentrum XXI, kawasan Rasuna Said, Senin (16/7/2018).

Uniknya ada satu set yg terpaksa dibangun sendiri oleh tim produksi yakni set kedai kopi. Pemilik tempat rupanya tak memperbolehkan pengambilan gambar di sana dengan alasan traumatis mulai kejadian tersebut.

22 MENIT yg bakal rilis 19 Juli 2018 dibintangi oleh Ario Bayu, Ardina Rasti, Ence Bagus dan Mathias Mucus. Menyorot lima karakter dengan persoalan masing-masing yg berkelindan tatkala sebuah bom meledak.

(kpl/abs/frs)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin