‘Zharfa’, Sebuah Film Kolaborasi Antara Indonesia Dan Malaysia

BERITA TERKAIT
  • Stan Lee, Pencipta Para Superhero Marvel Meninggal Dunia
  • Hari ayah nasional, artika sari devi beri apresiasi bagi baim
  • Bersama Kidnap Katrina, Anang Hermansyah Bius Pengunjung The 90’s Festival

Rumah produksi Mr. Rius Production menggarap film perdananya berjudul ZHARFA. Sebuah film yg berkolaborasi antara Indonesia dan Malaysia. Tentu, ini menjadi film kolaborasi menarik yg patut ditonton di tahun 2019 mendatang.

Selain lokasi syuting, para pemainnya pun diambil dari kedua negara, Indonesia dan Malaysia. Menurut sutradara film ZHARFA, Ruli Wanizar mengatakan, Indonesia dan Malaysia mempunyai kesamaan, terutama bahasa melayu.

“Konsep ini memang dibuat buat dua negara. Kenapa pilih Malaysia? Karena kalian serumpun walau bahasanya beda, itu keunikan,” kata Ruli di Hard Rock Cafe, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2108).

“Konsep sejak awal emang ada kolaborasi dari dua kultur yang beda tpi kami serumpun. Gitu juga tentang Islam yg kami angkat di film ini mulai lebih menarik seandainya kalian kemas dalam situasi beda. Karena ada dua kultur yg beda ini. Ada nuansa Islam, kehidupan keluarga, tetapi dengan kemasan yg menarik,” sambung Ario Sugantoro, selaku Creative Produser film ZHARFA.

Bertemakan religi, aktris Kaka Azraff dijadikan sebagai pemeran utama. Berperan sebagai Zharfa, dia beradu akting dengan aktor Donny Alamsyah . Menurut Yudi, produser film ZHARFA mengatakan, Kaka Azraff dan Donny sangatlah cocok buat dipasangkan di film ini.

“Akhirnya kita pilih dan cocok,” kata Yudi.

Sebagai pemeran utama, Kaka Azraff sangat menikmati memainkan karakter Zharfa. Bahkan, karena merasa cocok dengan karakter tersebut, banyak hal menarik yg didapat oleh Kaka Azraff saat proses syuting berlangsung.

“Zharfa wataknya keras, tomboy, memberontak, dan apa yg aku bilang tentang tadi, ini penuh dengan rasa. Saya sendiri menangis di set karena betul-betul ngerasain skripnya dan betul-betul tentang cinta, kekeluargaan, persahabatan. Saya percaya penonton mulai dalat merasakan karena skripnya aja telah cukup kuat,” kata Kaka Azraff.

Selain itu, aktris Shelomita Diah pun merasakan hal yg sama dengan Kaka Azraff. Berperan sebagai Nadya, ibu dari Zharfa, aktris 43 tahun itu begitu menikmati perannya sebagai seorang ibu.

“Mirip sama yg Kaka rasakan, aku juga ikut rasain emang ceritanya sedih sekali,” kata Shelomita.

Shelomita merasa tertantang memerankan sosok Nadya. Bukan peran sebagai ibu, namun tantangan yg didapat adalah bahasa melayu. Pasalnya, dia harus berhadapan dengan anaknya, yakni Zharfa.

“Bahasa aku di sini satu-satunya yg beda bahasa. Saya orang Indonesia harus berbahasa Malaysia. Itu tantangan, karena lawan mainnya orang Malaysia langsung. Jadi nggak boleh salah. Di ketika yg bersamaan harus menghafal bahasa sambil merasakan perannya jadi ibunda Zharfa,” tutup Shelomita.

(kpl/far/ren)

Sumber: http://www.merdeka.com

Post Author: admin