Arab Saudi Angkat Perempuan Pertama Pimpin Olahraga

Beirut – Arab Saudi mengangkat perempuan pertama menjadi kepala olahraga, yg mulai menarik lebih banyak wanita ke sarana olahraga serta mengikuti pertandingan di negara tempat wanita dilarang berolahraga dengan pria, kata penyelenggara olahraga untuk wanita, Jumat.

Puteri Reema binti Bandar, yg dibesarkan di Amerika Serikat, pada pekan dahulu menjadi wanita pertama ketua Federasi Olahraga Masyarakat Arab Saudi, yg mengelola kegiatan olahraga buat pria dan wanita di kerajaan Muslim sangat konservatif itu, kata media setempat.

Penunjukannya dikerjakan di tengah serangkaian perubahan untuk wanita di Arab Saudi, yg dipuji sebagai kecenderungan baru, termasuk memberi wanita hak berkendaraan dan mendorong lebih banyak wanita bekerja.

Namun, sistem perwalian, tempat anggota keluarga laki-laki harus memberikan izin kepada wanita buat belajar, melakukan perjalanan dan kegiatan lain, masih berlaku.

Lina Al Maeena, yg membentuk Jeddah United, klub basket wanita swasta pertama Arab Saudi, pada 2003, menyampaikan bahwa penunjukkan putri tersebut memiliki arti.

“Ini mulai mengubah stereotip karena pengangkatannya dalam peran tersebut sebagai kepala kedua macam kelamin,” katanya dari Jeddah.

Peranserta perempuan dalam olahraga sudah lama menjadi isu kontroversial di Saudi, di mana wanita tak bisa berolahraga dengan pria dan tak ada fasilitas olahraga umum buat wanita, karena banyak ulama Muslim konservatif menganggap olahraga untuk wanita yaitu hal yg tak sopan.

Arab Saudi tak mengirim wanita ke Olimpiade sampai tahun 2012.

Tapi hal tersebut menimbulkan jumlah korban, dengan sekitar 44 persen wanita tergolong obesitas di Arab Saudi yg memiliki tingkat obesitas dan diabetes tertinggi di dunia.

Susan Turner, kepala eksekutif NuYu, jaringan pusat kebugaran wanita pertama kerajaan, menyampaikan penunjukan Putri Reema mulai membawa kesehatan perempuan ke arah “terdepan”.

“Semua orang berhak mengakses fasilitas ini dan menjaga kesehatan mereka … wanita menyadari bahwa seandainya mereka tak melakukanya (olahraga), itu cuma membawa statistik dan fakta tersebut pada sorotan,” kata Turner.

Menurut rencana reformasi Visi 2030, cuma 13 persen penduduk Saudi yg berolahraga setidaknya seminggu sekali. Rencananya bertujuan bagi meningkatkan angka tersebut menjadi 40 persen.

Puteri Reema, yg yaitu putri mantan duta besar Saudi bagi Amerika Serikat, memperjuangkan perizinan sarana olahraga wanita dan klub olahraga dalam peran sebelumnya, yg memimpin bagian perempuan dari Badan Olahraga Umum, demikian Reuters.

(KR-DVI/B002) 

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin