Arab Saudi Bongkar Jaringan Kelompok IS Di Riyadh

Riyadh – Arab Saudi pada Kamis menyampaikan membongkar jaringan IS di ibu kota, Riyadh, terkait dengan rencana serangan bunuh diri terhadap kementerian pertahanan.

Dua gerilyawan tewas dan lima lagi ditangkap dalam serangan di tiga tempat pada Rabu, kata sumber resmi dari pihak keamanan negara itu dalam pernyataan di saluran televisi pemerintah.

Sejumlah serangan bom dan penembakan mematikan dilancarkan gerilyawan terhadap pasukan keamanan dan masyarakat muslim Syiah di Arab Saudi.

IS selama beberapa tahun belakangan mengecam pemimpin kerajaan sekutu Barat dan penghasil terbesar minyak dunia itu, menuduh kerajaan tersebut menyimpang dari hukum Islam dan membela kepentingan Amerika Serikat, yg adalah musuh mereka.

Pernyataan pada Kamis menyampaikan bahwa seorang pelaku bom bunuh diri di distrik al-Rimal, Riyadh timur, meledakkan rompi peledaknya setelah pasukan keamanan mengepung sebuah rumah yg digunakan buat membuat rompi bunuh diri dan meracik bahan peledak.

Seorang gerilyawan yang lain tewas oleh pasukan keamanan setelah bersembunyi dengan membawa senjata api di sebuah apartemen di distrik al-Namar, katanya.

Serangan ketiga terjadi di sebuah kandang kuda di al-Ghanamia, Riyadh selatan. Menurut pernyataan itu, tempat tersebut sudah digunakan sebagai sebuah markas utama.

Televisi pemerintah setempat melaporkan dalam gambar video saat pasukan keamanan menyita senjata api dan bahan pembuat bom, dengan latar mobil yg terbakar dan sebuah bangunan yg rusak, tempat seorang gerilyawan meledakkan dirinya. Para tersangka tak diketahui jatidirinya.

Pasukan keamanan menutup beberapa daerah di Riyadh pada Rabu, dan video yg dibagikan secara berjaringan memamerkan segumpal asap membumbung naik dari sebuah lokasi.

Rencana buat menyerang kementerian pertahanan terungkap pada bulan lalu, diduga melibatkan dua warga Yaman dan dua warga Saudi.

Sumber keamanan Saudi menyampaikan bahwa salah satu dari tersangka ditahan itu adalah anggota gerakan bersenjata Houthi, yg terlibat perang 2-1/2 tahun dengan sekutu pimpinan Saudi di Yaman, demikian Reuters.

(KR-AMQ/B002) 

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin