Asset Jenderal-jenderal Myanmar Akan Dibekukan AS

Washington – Berdasarkan wawancara dengan lusinan diplomat dan pejabat pemerintahan di Washington, Yangon-Myanmar, dan Eropa, terungkap rencana mengenakan sanksi yg secara khusus menyasar para jenderal senior Myanmar.

Sanksi itu termasuk pembekukan asset dan melarang warga negara AS berbisnis dengan para petinggi militer Myanmar yg menjadi target sanksi itu.  Sanksi ini ada di bawah kewenangan UU Magnitsky.

Washington sudah berusaha keras membina hubungan yg erat dengan pemerintahan sipil Myanmar pimpinan Aung San Suu Kyi, di tengah persaingan melawan China dalam memperebutkan Myanmar.

43 anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS sudah mendesak pemerintahan Trump mengenakan sanksi larangan berkunjung ke AS kepada para pemimpin militer Myanmar dan harus siap menerapkan sanksi lebih keras kepada mereka yg bertanggung jawab atas penindasan Rohingya.

UU itu diloloskan pada 2012 dan semula ditumukan bagi pengenaan sanksi larangan menerbitkan visa dan pembekuaan asset para pejabat Rusia yg berkaitan dengan kematian aktivis Rusia berusia 37 tahun Sergei Magnitsky di dalam penjara Rusia.

Sejak itu undang-undang itu dinamai UU Magnitsky yg kali ini mulai dikenakan kepada para jenderal Myanmar, demikian Reuters.

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin