FAO: Harga Makanan Naik Gara-gara Minyak Nabati

Paris – Harga makanan naik pada September karena meningkatnya harga minyak dan produk susu, kata Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) pada Kamis (5/10).

FAO menyampaikan Indeks Harga Makanan mencapai 178,4 poin pada September, naik 1,4 poin atau 0,8 persen dibandingkan dengan Agustus dan naik 7,4 poin atau 4,3 persen dibandingkan periode yg sama tahun lalu.

“Kenaikan harga minyak nabati dan sektor produk susu menyebabkan kenaikan nilai bulanan” semua indeks, kata FAO dalam sebuah pernyataan.

Indeks biji-bijian merosot berkat panen yg baik buat jagung di Amerika Utara dan gandum di Rusia, namun masih 8,0 persen di atas level September 2006.

“Stok biji-bijian dunia di akhir musim 2018 ketika ini diperkirakan mencapai level tertinggi sepanjang masa sebanyak 720,5 juta ton,” kata FAO.

Inflasi harga konsumen diperkirakan mencapai 2,3 persen tahun ini di negara-negara industri, menurut OECD, demikian AFP.

FAO menghidung Indeks Harga Makanan setiap bulan buat mengukur perubahan harga internasional komoditas pangan, demikian APF. (mu)

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin