Hamas Dan Fatah Rujuk, Palestina Pun Bersatu

Gaza/Kairo – Dua faksi Palestina yg selama ini bermusuhan –Hamas dan Fatah– menandatangani pakta rekonsiliasi, Kamis waktu setempat, setelah Hamas sepakat menyerahkan kendali pemerintahan Gaza kepada Fatah, termasuk penyeberangan perbatasan Fatah yg dianggap sangat penting. Kesepakatan dicapai sepuluh tahun setelah kantong itu dikuasai Hamas melalui perang saudara.

Kesepakatan yg ditengahi oleh Mesir itu menjembatani perbedaan besar antara Partai Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas yg didukung Barat dengan Hamas yg dilabeli teroris oleh Barat dan Israel.

Kesatuan Palestina itu juga menguatkan posisi Abbas dalam setiap perundingan Palestina di daerah-daerah Palestina yg diduduki Israel.

Perpecahan di dalam Palestina selama ini sudah menjadi hambatan terbesar dalam proses perdamaian di mana Hamas sudah tiga kali berperang melawan Israel sejak 2008 dan sampai sekarang tetap menyerukan penghancuran Israel.

Kesepakatan Hamas buat mengalihkan kendali kekuasaan di Gaza kepada Fatah sudah menandai pembalikan besar-besaran dalam Hamas yg khawatir diisolasi bantuan keuangan dan politik oleh Arab Saudi cs sebagai tindak lanjut dari aksi isolasi Saudi cs kepada Qatar. Saudi cs menuduh Qatar menyokong militan-militan Islamis, termasuk Hamas.

Ribuan rakyat Palestina turun ke jalan-jalan di Gaza demi merayakan pakta persatuan itu. Pengeras suara-pengeras suara tidak henti memutarkan lagu-lagu nasional, sedangkan para pemuda menari dan berpelukan sembari melambaikan bendera Palestina dan Mesir.

Mesir menolong memediasi beberapa upaya rekonsiliasi sebelumnya di antara dua pergerakan Palestina itu dan membentuk pemerintahan persatuan di Gaza dan Tepi Barat di mana Abbas dan Fatah berbasis.

Pada 2014, Hamas dan Fatah sudah sepakat membentuk pemerintahan rekonsiliasi nasional, tetapi kesepakatan itu buyar akibat saling tuduh di mana Hamas selalu mendominasi Gaza.

“Pemerintahan legislatif, pemerintahan konsensus, mulai kembali berdasarkan tanggung jawab dan hukum,” kata ketua delegasi Fatah Azzam Al-Ahmed di Kairo.

Dia menyampaikan pemerintahan persatuan mulai mengendalikan seluruh lembaga tanpa kecuali, termasuk segala penyeberangan perbatasan dengan Israel dan di Rafah yg yaitu satu-satunya akses Gaza ke Mesir.

Kesepakatan itu menyebutkan pasukan kepresidenan Abbas bertanggung jawab menjaga penyeberangan Rafah pada 1 November dan kendali pemerintahan sepenuhnya di Gaza kepada pemerintah persatuan pada 1 Desember, demikian Reuters.

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin