India Nyatakan Berhubungan Dengan Istri Di Bawah Umur Sebagai Perkosaan

New Delhi – Pengadilan tertinggi India pada Rabu memutuskan bahwa seorang pria dianggap melakukan perkosaan seandainya ia berhubungan seks dengan istrinya yg berusia antara 15 dan 18 tahun.

Ketetapan itu yaitu keputusan bersejarah yg mulai membawa perubahan pada jutaan pengantin cilik perempuan.

Batas minimal usia perempuan India yg diizinkan menikah adalah 18 tahun.

Undang-undang India mengatur bahwa berhubungan seks, bahkan atas dasar suka-sama-suka, dengan seorang perempuan yg berusia di bawah 16 tahun mulai dianggap sebagai perkosaan. Namun, sebelumnya ada pengecualian bahwa hubungan intim antara seorang pria dan istrinya, yg berusia antara 15 dan 18 tahun, tak dianggap sebagai perkosaan.

Perkosaan dalam pernikahan tak dianggap sebagai kejahatan di India. Pemerintah menyampaikan bahwa kriminalisasi perkosaan dalam pernikahan mulai mengganggu pernikahan itu sendiri serta membuat para pria gampang mengalami pelecehan oleh istri-istri mereka.

Mahkamah Agung, Rabu, menyatakan bahwa usia dewasa adalah 18 tahun buat “semua tujuan” setelah pengadilan tertinggi itu menggelar persidangan atas permohonan yg diajukan Independent Thought.

Independent Thought adalah sebuah kelompok nirlaba yg berupaya menjadikan hubungan seks dengan istri di bawah umur sebagai aksi kejahatan.

“Hubungan seks antara pria yg menikah dengan istrinya yg berusia di bawah 18 tahun adalah tindakan perkosaan,” kata pengadilan dalam putusan yg dikeluarkannya.

“Putusan itu menolong upaya meningkatkan gerakan nasional Beti bachao dan beti padhao (Selamatkan anak perempuan dan didiklah anak perempuan, red),” kata Vikram Srivastava, pengacara Independent Thought kepada Reuters.

Namun demikian, putusan MA pada Rabu itu tak mulai berlaku surut.

Pengadilan mendasarkan putusan tersebut pada Undang-undang Larangan Pernikahan Anak-anak India.

Kendati ilegal, pada praktiknya pernikahan anak-anak sangat mengakar di India. Faktor-faktor seperti kemiskinan, penegakan hukum yg lemah, norma sosial patriarki serta kekhawatiran soal kehormatan keluarga kerap dituding sebagai penyebab pernikahan dini.

Pernikahan di India dianggap dini seandainya pengantin perempuan berusia di bawah 18 tahun atau pengantin pria di bawah 21 tahun. Laki-laki berumur di atas atau di bawah usia legal itu diperbolehkan menikahi pengantin cilik perempuan.

Sensus tahun 2011 di India memamerkan bahwa pernikahan anak-anak sudah sedikit berkurang dibandingkan satu dekade sebelumnya, namun lebih dari lima juta anak perempuan masih diikatkan pada pernikahan sebelum mereka berusia 18 tahun.

Lebih dari seperempat perempuan India yg berusia antara 20 dan 24 tahun menyampaikan mereka menikah sebelum berumur 18 tahun. Seperlima laki-laki dengan usia antara 25 hingga 29 tahun menyampaikan mereka menikah di bawah umur yg diizinkan. Data-data tersebut tercantum dalam laporan baru-baru ini yg dikeluarkan Komisi Nasional Perlindungan Hak-hak Anak dan yayasan Young Lives.

Kendati sudah melancarkan upaya bagi memberdayakan anak-anak perempuan dan perempuan dewasa serta memperberat hukuman, India masih menjadi salah satu dari 10 negara dengan tingkat tertinggi masalah pernikahan anak. Selain India, negara-negara yang lain yg masuk dalam daftar tersebut antara yang lain Burkina Faso, Chad, Guinea, Niger dan Sudan Selatan, demikian Reuters.

(Uu.T008)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin