Inggris Setuju Pekerja Korea Utara Angkat Kaki Dari Uni Eropa

Tapa, Estonia – Inggris mendukung langkah buat mendepak pekerja Korea Utara dari Uni Eropa sebagai bagian dari sanksi baru buat menghukum Pyongyang setelah uji mencoba nuklir terbarunya.

Menteri Luar Negeri Boris Johnson menyampaikan kepada AFP, para menteri luar negeri Uni Eropa umumnya sepakat melaksanakan langkah-langkah baru yg menargetkan rezim Kim Jong Un setelah mereka mengujicoba nuklir keenamnya.

Washington mendesak pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB mengenai resolusi yg menyerukan langkah lebih tegas terhadap Korea Utara, termasuk embargo minyak, pembekuan aset yg menargetkan Kim Jong-Un dan penghentian pembayaran buat pegawai sementara dari Korea Utara.

Johnson mengatakan, pembicaraan dengan para menteri luar negeri Uni Eropa di Tallinn pada Kamis menghasilkan “kesepakatan yg sangat sangat luas” terkait perlunya upaya lebih besar bagi menekan Pyongyang agar menghentikan program nuklirnya.

“Di banyak negara Uni Eropa, ada banyak pekerja DPRK (Korea Utara) yg mengirim uang ke tanah air mereka Korea Utara,” kata Johnson.

“Ada sanksi yg mampu dijatuhkan, Anda mampu memulangkan mereka dan ada banyak yg mulai mendukungnya,” ungkap Johnson kepada AFP ketika mengunjungi pasukan Inggris di pangkalan NATO di Estonia utara.

Ketika ditanyai, Johnson mengonfirmasi bahwa dia mendukung deportasi pekerja Korea Utara dari Uni Eropa.

Tenaga kerja luar negeri, kebanyakan bekerja di Tiongkok dan Rusia, yaitu sumber pendapatan penting Pyongyang. Diplomat Eropa menyampaikan ada sekitar 300 pekerja Korea Utara di blok tersebut, sebagian besar di Polandia.

Meski jumlahnya tak besar, Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel menyampaikan utama bagi bergerak melawan mereka “karena uang yg diperoleh di sana, cuma buat disalurkan ke program nuklir”.

Gabriel juga mengatakan, para menteri Uni Eropa sudah sepakat bagi berbuat lebih banyak buat melacak di mana Korea Utara memperoleh teknologi yg digunakan bagi mengembangkan senjata nuklir dan rudal, demikian AFP.

Penerjemah: Try Reza Essra

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin