Inggris-Swedia Desak DK PBB Akhiri Kekerasan Di Myanmar

Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB – Inggris dan Swedia pada Rabu mendesak Dewan Keamanan PBB menyerukan penghentian operasi militer Myanmar di Rakhine State, yg sudah memaksa hampir 380.000 muslim Rohingya melarikan diri.

Badan tinggi PBB itu dijadwalkan melakukan meeting tertutup sekitar pukul 1600 GMT guna membahas krisis tersebut, tapi para diplomat menyampaikan mereka memperkirakan Tiongkok dan Rusia menolak seruan sebuah respons keras itu.

“Kita perlu mengakhiri kekerasan ini. Kita memerlukan akses luas dan langsung buat bantuan kemanusiaan untuk warga Burma dan Rakhine,” kata Wakil Duta Besar Inggris Jonathan Allen kepada para wartawan.

Duta Besar Swedia Olof Skoog menyampaikan bahwa dia mengharapkan sebuah “hasil terpadu” dan “pesan yg jelas tentang apa yg perlu terjadi sekarang.”

Pesan tersebut harus menyatakan bahwa “operasi militer yg telah kami lihat harus dihentikan dan bahwa benar-benar ada penghormatan terhadap hak asasi manusia serta hukum kemanusiaan internasional,” kata Skoog.

Inggris dan Swedia mengajukan meeting itu, yg digelar beberapa minggu setelah sebuah meeting tertutup yang lain tak menghasilkan pernyataan resmi dari dewan mengenai krisis tersebut.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia meminta Dewan Keamanan meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Myanmar dan memastikan dunia menyaksikannya.

Namunduta besar Swedia tersebut mengesampingkan seruan buat mengadakan meeting publik, mengatakan: “Saya rasa masyarakat Rohingya tak peduli apakah meeting kami tertutup atau terbuka.”

Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi sebelumnya mengumumkan bahwa dia mulai mengatakan pidato Rabu minggu depan dalam rekonsiliasi dan perdamaian nasional setelah kelompok-kelompok hak asasi manusia dan rekan sesama peraih Hadiah Nobel mengkritik dia karena tak bersuara mengenai krisis itu.

Para pengungsi Rohingya memberitahukan gambaran mengerikan mengenai bagaimana para tentara menembaki warga dipil dan meruntuhkan semua desa di Rakhine State dengan bantuan massa Buddha. Militer membantah tuduhan-tuduhan itu.

Sekitar 1,1 juta Rohingya sudah bertahun-tahun menderita akibat diskriminasi di Myanmar, yg tak mengakui kewarganegaraan mereka meskipun mereka sudah bergenerasi-generasi tinggal di negara itu.

Inggris dan Swedia menyeru Suu Kyi menerapkan rekomendasi dalam laporan mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, yg menyeru Myanmar memberikan kewarganegaraan kepada muslim Rohingya, demikian menurut warta kantor berita AFP.(hs)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber:

http://www.antaranews.com/berita/652558/inggris-swedia-desak-dk-pbb-akhiri-kekerasan-di-myanmar

Post Author: admin