Inggris Tak Akan Akui Kemerdekaan Catalunya

London – Inggris tak mulai mengakui deklarasi kemerdekaan Catalunya, kata Perdana Menteri Theresa May kepada Perdana Menteri Spanyol sementara krisis masih berlanjut menyusul referendum yg dipermasalahkan di kawasan tersebut.

“Perdana Menteri menegaskan kembali bahwa Inggris menganggap referendum tersebut tak memiliki dasar hukum dan bahwa deklarasi kemerdekaan sepihak tak sesuai dengan peraturan undang-undang,” kata juru bicara May setelah perbincangan Perdana Menteri Inggris dengan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy melalui telepon pada Selasa.

“Dia menambahkan bahwa Inggris tak mulai mengakui deklarasi kemerdekaan¬† Catalunya,” tambah juru bicara Downing Street sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Pesan Inggris disampaikan lebih dari dua minggu setelah Catalunya menggelar referendum kemerdekaan pada 1 Oktober, yg dianggap ilegal oleh Mahkamah Konstitusi Spanyol.

Tindakan keras kepolisian mewarnai referendum dengan tingkat partisipasi 43 persen, yg 90 persennya mendukung kemerdekaan tersebut. Sejak itu terjadi kebuntuan antara pemimpin separatis dan pemerintah Spanyol.

London sebelumnya cuma sedikit berkomentar mengenai isu Catalunya, dengan Kementerian Luar Negeri pada 1 Oktober menyatakan referendum tersebut “merupakan persoalan pemerintah dan warga Spanyol” serta meyerukan penghormatan pada peraturan hukum dan konstitusi.

Di Skotlandia, tempat para pemilih menolak kemerdekaan dalam referendum 2014, Menteri Pertama Nicola Sturgeon menyampaikan dia sangat prihatin dengan tindakan kekerasan selama pemungutan suara di Catalunya.

Sturgeon, pemimpin pro-kemerdekaan dari Scottish National Party, menyerukan dialog antara kedua pihak buat menemukan jalan maju “yang menghotmati peraturan perundangan”.

“Namun jalan maju yg juga menghargai demokrasi dan hak rakyat Catalunya buat menentukan masa depan mereka sendiri,” katanya minggu lalu. (hs)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin