Mantan Kepala PetroVietnam Dijatuhi Hukuman Mati Atas Tuduhan Korupsi

Hanoi – Pengadilan Vietnam menjatuhkan vonis hukuman mati kepada mantan kepala PetroVietnam pada Jumat dalam persidangan besar terhadap 51 pejabat dan bankir, atas tuduhan melakukan korupsi dan salah urus yg menyebabkan kerugian 69 juta dolar Amerika Serikat.

Mantan ketua PetroVietnam Nguyen Xuan Son adalah orang kedua dijatuhi hukuman ketika Pengadilan Rakyat Hanoi akan memberikan putusannya dalam sidang yg sudah lama berjalan.

Hukuman mati disarankan oleh Jaksa Rakyat Tertinggi Vietnam dan mulai memakai suntik mati yg ditempuh sejak 2013, setelah sebelumnya memakai regu tembak.

Pengadilan Vietnam sebelumnya pada hari itu menghukum taipan Ha Van Tham, pelopor unit perbankan Ocean Group, Ocean Bank, bagi menjalani hukuman penjara seumur hidup, karena bersalah atas tuduhan penggelapan terhadap penyalahgunaan kekuasaan.

Puluhan pejabat perbankan dan energi lainnya juga dijatuhi hukuman penjara.

Persidangan massal tersebut yaitu hasil dari sikap tegas terhadap korupsi oleh Partai Komunis yg berkuasa sejak pembentukan keamanan Vietnam tampak lebih kuat dari perebutan kekuasaan tahun lalu, di mana mantan Perdana Menteri Nguyen Tan Dung kalah.

Partai tersebut menyampaikan bahwa mereka ingin menghilangkan korupsi, namun beberapa kritikus menuduh penguasa Vietnam memulai pencarian tersangka setelah peluncuran investigasi yg melibatkan tokoh-tokoh yg semakin senior.

Dung kalah pada tahun dahulu dalam perebutan posisi Sekretaris Jenderal Partai Komunis, posisi yg paling kuat di Vietnam. Posisi tersebut tetap berada di tangan Nguyen Phu Trong, dengan profil publiknya sederhana, kontras dengan kekayaan mencolok yg ditampilkan anggota pemerintahan Dung.

Penyelidikan terhadap PetroVietnam sudah mengawasi anggota Politbiro yg yaitu mantan ketua PetroVietnam, wakil menteri perdagangan yg dipecat dari jabatannya dan seorang mantan wakil gubernur bank sentral yg terkena tuntutan hukum.

Pengadilan sudah selesai memeriksa perkara tersebut terhadap 51 pejabat pada hari Senin, dan berkumpul kembali pada Jumat buat mengatakan vonis dan hukuman.

Baik Son maupun Tham diberi kesempatan buat memberikan tanggapanya setelah vonis dijatuhkan.

Pada Senin, Son memproklamirkan dirinya tak bersalah dan memohon kepada pengadilan bagi tak memberikan “keputusan yg tak adil”.

“Saya tak yakin kalau dituntut atas sangkaan penggelapan. Saya terkejut dan tertegun, seperti tak memiliki nyawa lagi,” kata Son.

Pada sidang sama, Tham mengakui tuduhan pelanggaran pinjaman di Ocean Bank, namun membantah tuduhan korupsi.

(Uu.KR-DVI)

Editor: Gilang Galiartha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin