Menteri Jerman Bikin Marah Konservatif Usulkan Hari Libur Bagi Muslim

Berlin, 14/10 (Antara/Reuters) – Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere membuat rekan-rekannya di blok konservatif pimpinan Kanselir Angela Merkel dengan mengusulkan Jerman memberlakukan hari-hari libur buat kaum Muslim.

Jerman yaitu rumah untuk sekitar empat juta orang Islam, sebagian besar di antara mereka mempunyai latar belakang Turki. Banyak di antara lebih sejuta migran yg datang di negara itu dari Timur Tengah dan negara-negara yang lain selama dua tahun terakhir yaitu orang-orang Islam.

Berbicara tentang jejak kampanye menjelang pemilihan di Lower Saxony, negara di bagian utara Jerman, pada Ahad, de Maiziere – anggota Uni Demokrat Kristen (CDU) pimpinan Merkel – menyampaikan ia terbuka untuk kawasan-kawasan tertentu Jerman buat mempunyai hari-hari libur buat kaum Muslim.

Ia mengungkapkan bahwa “All Saints Day” (Hari Raya Semua Orang Kudus) satu-satunya hari libur di kawasan-kawasan Katolik Jerman dan menambahkan,”Di tempat-tempat yg banyak orang Islam, mengapa tak kami berpendapat tentang pemberlakuan sebuah hari libur Muslim?”

Dalam sebuah sambutan di klip audio regionalwolfsburg.de ia juga menyampaikan hari-hari libur Jerman umumnya buat orang-orang Kristen dan hendaknya tetap berlaku apa adanya.

Usulnya mengundang reaksi dari orang-orang konservatif, yg mulai akan pembicaraan koalisi dengan Partai Demokrat Bebas (FDP) dan kubu Hijau minggu depan. Kubu konservatif menang dalam pemilihan September tetapi mengalami hasil terburuk sejak 1949 karena mereka mengarahkan dukungan ke kubu kanan jauh.

Anggota senior CDU Wolfgang Bosbach menyampaikan kepada surat kabar Bild bahwa siapapun di Jerman mampu merayakan upacara agama yg mereka inginkan tapi menambahkan,”Apakah negara mesti juga melindungi hari-hari libur non Kristen dengan regulasi legal di masa depan yaitu isu yg sesungguhnya berbeda.”

Alexander Dobrindt, tokoh senior di Uni Sosial Kristen (CSU) — partai yg sealiran di Bavaria dengan CDU Merkel – menyampaikan kepada harian yg sama bahwa warisan Kristen Jerman tak dapat dirundingkan, dengan menambahkan,”Kami tak mulai pertimbangkan bagi memberlakukan hari-hari libur buat kaum Muslim di Jerman.”

Tak seorangpun di Kementerian Dalam Negeri yg langsung bisa dimintai komentar saat dihubungi Reuters.

(Uu.M016)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin