Palestina Kutuk Israel Bangun 176 Rumah Di Jerusalem

Ramallah, Palestina – Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) pada Rabu (25/10) mengutuk keputusan Pemerintah Israel buat membangun 176 rumah lagi di Permukiman Yahudi di Jerusalem Timur.

Nabil Abu Rudeina, Juru Bicara Presiden Palestina, menyampaikan di dalam satu pernyataan resmi bahwa Palestina menyeru Pemerintah Amerika Serikat agar menghentikan keputusan itu.

“Pada dasarnya, segala kegiatan permukiman di Wilayah Palestina tak sah, sejalan dengan Resolusi 2334 Dewan Keamanan PBB,” kata Abu Rudeina, di dalam pernyataan yg disiarkan kantor berita resmi Palestina, WAFA.

Ia menekankan, “Mewujudkan perdamaian yg adil dan menyeluruh memerlukan berdirinya Negara Palestina Merdeka dengan Jerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya di perbatasan 1967.”

Abu Rudeina, sebagaimana diberitakan Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi, juga menyeru Pemerintah Presiden Donald Trump “agar langsung campur-tangan guna menyelamatkan upaya yg dilancarkannya buat menghidupkan kembali proses perdamaian di Timur Tengah”.

Sebelumnya, harian Israel, Haaretz, melaporkan komite perencanaan dan pembangunan punya Kota Praja Jerusalem menyetujui izin pendirian bangunan buat 176 unit rumah di Jabel Mukaber di kota tersebut.

Pekan lalu, Israel mengumumkan negara Yahudi itu mulai membangun ratusan rumah di Permukiman Yahudi di Tepi Barat Sungai Jordan. Palestina dan Uni Eropa menentang rencana tersebut.

Perluasan Permukiman Yahudi adalah salah satu persoalan paling rumit, yg menjadi penyebab penting macetnya pembicaraan perdamaian segera antara Israel dan Palestina.

Pembicaraan perdamaian langsung, yg ditaja oleh Amerika Serikat, sudah berhenti pada April 2014, setelah berlangsung selama sembilan bulan tanpa mencapai kemajuan akibat perbedaan pendapat antara kedua pihak mengenai perluasan permukiman.

Editor: Ida Nurcahyani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin