Patuhi PBB, Filipina Putus Berdagang Dengan Korea Utara

Manila – Filipina menghentikan hubungan dagang dengan Korea Utara buat mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB atas uji mencoba peluru kendali Korut yg selalu berulang dilakukan, kata Menteri Luar Negeri Filipina seperti dikutip Reuters.

Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya sudah mendesak Perserikatan Bangsa Bangsa bagi mempertimbangkan sanksi baru yg lebih keras kepada Korea Utara, setelah pekan dulu mereka menguji mencoba bom hidrogen.

“Kami mampu memberikan informasi bahwa kita sudah menghentikan hubungan perdagangan dengan Korea Utara,” kata Menteri Luar Negeri Alan Peter Cayetano kepada wartawan setelah bertemu dengan duta besar AS. “Kami mulai sepenuhnya mematuhi resolusi DK PBB termasuk sanksi ekonomi.”

Ketegangan di semenanjung Korea meningkat setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memajukan pengembangan senjata yg bertentangan dengan sanksi PBB.

Mereka sudah menguji serangkaian peluru kendali tahun ini, termasuk sesuatu peluru yg terbang di atas wilayah Jepang, dan melakukan uji mencoba nuklir yg keenam dan terbesar Minggu minggu lalu.

Filipina adalah mitra dagang terbesar kelima Korea Utara, dengan nilai dagang antara beberapa negara dari Januari hingga Juni tahun ini 28,8 juta dolar AS, kutip Badan Promosi Perdagangan dan Penanaman Modal Korea.

Korea Utara mengimpor produk senilai 28,8 juta dolar AS dari Filipina pada 2016, naik 80 persen dari tahun sebelumnya, sementara impor Manila dari Pyongyang melonjak 170 persen menjadi 16,1 juta dolar AS.

Menurut Departemen Perdagangan dan Industri Filipina (DTI), ekspor penting menuju Korea Utara pada 2015 meliputi perangkat komputer, papan sirkuit terpadu, pisang dan pakaian dalam wanita.

“Resolusi Dewan Keamanan PBB cukup jelas,” kata Cayetano. “Bagian dari resolusi adalah sanksi ekonomi dan Filipina mulai mematuhi. Kami sudah berkomunikasi dengan sekretariat DTI dan kemarin atau dua hari yg lalu, kita telah mendapat arahan dari istana (presiden) buat mendukung Dewan Keamanan PBB.”

(KR-AMQ/F001)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin