Pengadilan Spanyol Perintahkan Pemeriksaan Pemimpin Catalonia

Madrid – Pengadilan tinggi Spanyol pada Selasa waktu setempat memerintahkan pemeriksaan resmi pemimpin Catalonia yg digulingkan Carles Puigdemont dan 13 mantan anggota pemerintahannya dimasukkan ke dalam penyelidikan resmi mengenai upaya separatis wilayah tersebut.

Pengadilan tinggi khusus dan luar biasa National Audience memanggil ke-14 orang tersebut ke pengadilan di Madrid pada Kamis dan Jumat serta memberi mereka waktu tiga hari buat membayar deposito gabungan dari potensi denda sebesar 6,2 juta euro (sekitar Rp84,2 miliar).

Puigdemont dan beberapa mantan menterinya pergi ke Belgia setelah mereka diberhentikan oleh Madrid pada Jumat dahulu ketika pemerintah pusat mengambil alih kekuasaan Catalonia yg parlemennya baru saja mengumumkan kemerdekaan secara sepihak.

Pada Senin, kepala jaksa Spanyol menyampaikan dia menjatuhkan tuduhan pemberontakan, penghasutan dan penyalahgunaan dana publik terhadap mereka.

Puigdemont hadir dalam sebuah konferensi pers di Brussel pada Selasa, menyampaikan bahwa dia masih menjadi “presiden sah” Catalonia, tapi menyangkal bahwa dia mencari suaka.

Bila Puigdemont dan para mantan menteri menolak hadir di pengadilan sesuai permintaan, jaksa Spanyol dapat memerintahkan penangkapan mereka.

Dan bila mereka masih berada di Belgia ketika sidang terjadi, Spanyol mampu mengeluarkan surat perintah penahanan internasional.

Hakim National Audience Carmen Lamela berpendapat dalam keputusannya bahwa di samping larangan berulang peradilan, pemerintah Catalan “terus mempromosikan kebijakan-kebijakan yg dianggap perlu buat menciptakan negara Catalan merdeka.”

Hakim menyampaikan argumen jaksa “serious, rasional dan logis.”

Kasus terhadap Puigdemont dan pemerintahannya digabungkan dengan masalah dua pemimpin organisasi akar rumput yg mengampanyekan kemerdekaan, Jordi Cuixart dari Omnium Cultural dan Jordi Sanchez dari Catalan National Assembly, yg telah menjalani penahanan preventif sejak 16 Oktober menurut warta kantor berita AFP.

Pada Selasa, Mahkamah Agung Spanyol memanggil bekas ketua parlemen Catalonia, Carme Forcadell, dan wakil parlemennya buat menjalani pemeriksaan pada Kamis dan Jumat terkait upaya kemerdekaan daerah.(hs)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin