PM Thailand Menyebut Yingluck Berada Di Dubai

Bangkok – Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha menyampaikan pada Kamis mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra ketika ini berada di Uni Emirat Arab (UAE).

“Ia berada di Dubai,” kata Prayuth kepada wartawan, dengan menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri Thailand sudah melacak dimana keberadaan Yingluck.

“Kepolisian mulai memproses dan berkoordinasi dengan Kemlu dan Interpol,” kata perdana menteri.

Mahkamah Agung Thailand memvonis mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dalam sidang in absentia selama lima tahun penjara pada Rabu (27/9), karena kelalaian atas skema subsidi beras yg merugikan negara tersebut sebesar miliaran dolar.

Yingluck melarikan diri ke luar negeri bulan dahulu karena ketakutannya pada pemerintah militer yg mulai menuntut hukuman kejam terhadap dirinya.

Selama lebih dari satu dekade, politik Thailand didominasi oleh perebutan kekuasaan antara elit tradisional Thailand, termasuk angkatan darat dan kelas atas yg berbasis di Bangkok, dan keluarga Shinawatra, yg mencakup saudara laki-laki Yingluck, mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yg juga digulingkan lewat kudeta.

Yingluck mengaku tak bersalah dan sudah menuduh pemerintah militer melakukan penganiayaan politik.

Sembilan hakim membuat keputusan dengan suara bulat dengan menyatakan Yingluck bersalah dalam pembacaan vonis yg memakan waktu empat jam, dan sebuah surat perintah dikeluarkan bagi penangkapannya.

Pengadilan menyampaikan Yingluck mengetahui bahwa anggota pemerintahannya sudah memalsukan kesepakatan beras antarnegara, tetapi tak melakukan apapun bagi menghentikannya.

“Terdakwa tahu bahwa kesepakatan beras antarnegara tak sah tetapi tak mencegahnya …,” demikian Mahkamah Agung dalam sebuah pernyataan.

“Hal tersebut yaitu cara mencari keuntungan yg tak sah. Karena itu, tindakan terdakwa dianggap kelalaian dalam tugas,” ujar Mahkamah Agung.

Seorang mantan menteri perdagangan di pemerintahannya dipenjara selama 42 tahun pada bulan dulu karena memalsukan kesepakatan beras antarnegara sehubungan dengan skema subsidi.

Norrawit Larlaeng, seorang pengacara Yingluck, menyampaikan kepada wartawan di luar pengadilan bahwa pihaknya sedang membahas soal banding buat Yingluck.

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin