Presiden Catalonia Yang Dipecat Serukan Oposisi Kepada Madrid

Madrid – Presiden Katalan yg dipecat, Carles Puigdemont, Sabtu, menyerukan “oposisi demokratis” atas aksi pengambilalihan Madrid pada wilayah tersebut menyusul deklarasi kemerdekaannya.

“Sangat jelas bahwa bentuk terbaik bagi mempertahankan keberhasilan yg dicapai sampai sekarang adalah oposisi demokratis terhadap pasal 155,” kata Puigdemont, dalam pernyataan singkat.

Spanyol jatuh ke dalam kemelut pada 1 Oktober saat Catalonia, wilayah otonom bagian di wilayah timur laut, yg menyumbangkan sekitar 20 persen dari produk domestik bruto Spanyol, mengadakan referendum kemerdekaan, meski pengadilan sudah menyatakan bahwa penyelenggaraan tersebut melanggar hukum.

Catalonia menyatakan kemenangan meskipun tingkat partisipasinya cuma 43 persen.

Gejolak politik di Spanyol meningkat pada Jumat (27/10) setelah pemerintah Madrid menolak presiden dan parlemen Catalonia beberapa jam setelah wilayah tersebut mengumumkan kemerdekaan.

Spanyol kemudian memecat kepala kepolisian daerah Catalonia, Josep Lluis Trapero, sebagai bagian dari tindakan pemerintah di Madrid, yg menguasai daerah mandiri tersebut, buat menghentikan dorongan terhadap terwujudnya kemerdekaan.

Madrid memecat pemerintah Catalonia, dengan mengambil alih jalannya pemerintahan dan menyebut mulai melakukan pemilihan baru setelah parlemen wilayah tersebut mengumumkan kemerdekaannya.

Terdapat keraguan tentang bagaimana Mossos d’Esquadra, sebutan buat kepolisian daerah Catalonia, mulai menanggapi seandainya diperintahkan bagi mengusir pemimpin Carles Puigdemont dan pemerintahannya yg sudah dipecat.

Dalam upaya meredakan ketegangan, kepolisian daerah tersebut mendesak anggotanya bagi bersikap netral dan tak memihak.

Trapero menjadi pahlawan buat kelompok pro kemerdekaan setelah pasukannya mengambil sikap yg lebih lembut daripada kepolisian nasional dalam menegakkan sebuah larangan pemerintah bagi melakukan referendum kemerdekaan pada 1 Oktober.

Pasukannya terbelah oleh ketidakpercayaan di antara mereka bagi mendukung dan melawan kemerdekaan, terpecah dari pasukan polisi nasional Spanyol, kata Mossos dan petugas kepolisian nasional.

“Mengingat bahwa ada kemungkinan mulai meningkatnya meeting dan unjuk rasa warga di segala wilayah dan terdapat sejumlah orang yg memiliki pemikiran berbeda, kalian harus ingat itu adalah tanggung jawab kami buat menjamin keamanan segala pihak dan menolong agar tak terjadi sesuatu yg tak diinginkan,” menurut catatan tersebut.

Pemecatan Trapero ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri Spanyol, Juan Ignacio Zoido.

Pengadilan Tinggi Spanyol pada minggu dahulu melarang Trapero bagi pergi meninggalkan Spanyol dan menyita paspornya sebagai bagian dari penyelidikan atas dugaan penghasutan, meskipun tak memerintahkan bagi penangkapannya.

Jaksa menyampaikan bahwa yg bersangkutan gagal memberi perintah bagi menyelamatkan anggota polisi nasional yg terjebak di dalam gedung di Barcelona, selama terjadi aksi unjuk rasa pro-kemerdekaan pada bulan lalu.

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin