Ribuan Berunjuk Rasa Di Malaysia Gulingkan Najib Razak

Kualalumpur – Ribuan penentang berunjuk rasa, Sabtu, bagi menuntut tindakan terhadap Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, atas salah urus miliaran dolar oleh dana negara.

Penentang Najib di Malaysia menggunakan skandal 1Malaysia Pengembangan Berhad (1MDB) bagi menarik sebanyak mungkin pemilih guna melawan Najib, yg bisa mengadakan pemilihan umum kapan pun sejak sekarang hingga pertengahan tahun depan.

Najib sejauh ini dapat mengatasi skandal itu, menggalang kekuasaan dengan menekan pembangkang dan membatasi media serta pegiat, bahkan ketika ia menghadapi tantangan sengit dari mantan pembinanya, Mahathir Mohamad.

Tapi, kenaikan biaya hidup dan pajak konsumsi berbasis luas membuat orang, seperti, Hasmurni Tamby, ibu lima anak berusia 42 tahun, muak dengan berbagai hal di bawah Najib.

“Harga apa pun naik tetapi gaji kalian tidak. Kami tak mampu menabung. Jadi, kita tak menginginkan pemimpin ini lagi,” kata Hasmurni, yg melakukan perjalanan beberapa jam ke utara dari negara bagian asalnya, Malaka, buat menghadiri unjuk rasa malam itu.

Unjuk rasa pada Sabtu itu disebut sebagai akhir dua bulan perjalanan menumpas kleptokrasi, yg diprakarsai oposisi gabungan Pakatan Harapan buat meyakinkan sebagian besar pemilih Melayu-Muslim di daerah medan perang pedesaan bahwa negara tersebut menderita akibat penanganan Najib atas 1MDB.

Ketenaran Najib anjlok akibat kesinambungan tekanan terkait 1MDB, terutama sesudah Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengajukan tuntutan perdata bagi menemukan lebih dari 1,7 miliar dolar (17 triliun rupiah lebih), yg diduga disalahgunakan dari dana 1MDB.

Tapi peningkatan perekonomian dan penguatan mata uang ringgit menguntungkan Najib.

Perdana menteri itu diperkirakan mengumumkan banyak prakarsa merakyat pada akhir bulan ini ketika ia memaparkan anggaran terakhir sebelum pemilihan umum. Beberapa bulan sebelumnya, ia mengumumkan perumahan dan bantuan tunai senilai miliaran untuk masyarakat Melayu.

Tapi, Mahathir, yg melihat melalui industrialisasi Malaysia sebagai perdana menteri terlama, memperingatkan bahwa kebaikan tak mulai terjadi dengan membiarkan mantan anak didiknya itu selalu memerintah.

“Kita belum pernah mempunyai perdana menteri pencuri. Ia mencuri, sehingga mampu hidup nyaman,” kata Mahathir kepada kerumunan ketika mengatakan pidato akhir pada malam itu.

“Kita perlu menurunkan penguasa pencuri di negara kita. Nasib Najib ada di tangan kita. Kita dapat menyingkirkannya, cuma dengan memilih PH,” kata mantan perdana menteri itu.

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin