Ribuan Demonstran Serukan Pemenjaraan Pemimpin Separatis Catalonia

Madrid – “Penjara buat Puigdemont”, demikian teriakan ribuan orang di Madrid tengah yg pada Sabtu (28/10) berdemonstrasi sambil mengibarkan bendera Spanyol raksasa dalam kemarahan terhadap deklarasi kemerdekaan sepihak Catalonia di bawah pimpinan separatis Carles Puigdemont.

Ketidaksenangan terhadap upaya pemisahan diri Catalonia juga membuat banyak orang menyalahkan Perdana Menteri Mariano Rajoy, yg mereka anggap terlalu lunak terhadap pemimpin separatis di wilayah itu.

“Yang terjadi di Catalonia adalah aib, dan yg terjadi setelahnya juga memalukan,” kata Carlos Fernandez, seorang teknisi pertambangan berusia 41 tahun.

Pada Jumat, parlemen Catalonia menyatakan kemerdekaan sepihak.

Rajoy membalasnya dengan memecat Puigdemont dan eksekutifnya, membubarkan parlemen dan menyerukan pemilu regional cepat pada 21 Desember buat membatalkan apa yg dia sebut sebagai “eskalasi pembangkangan”.

“Tidak ada yg mulai berubah dalam dua bulan,” kata Fernandez tentang intervensi Rajoy, “Itu cuma mulai memperpanjang masalah”.

“Hari ini, kalian seluruh berkumpul buat memperlihatkan kesatuan kami, bagi menyatakan bahwa kalian mulai mendapatkan kembali Catalonia,” kata seorang pembawa acara di hadapan massa.

“Kami tak mulai berhenti sampai melihat mereka di dalam penjara,” tambah dia tentang seruan pemenjaraan Puigdemont.

Jaksa Spanyol mengumumkan bahwa minggu depan mereka mulai mengajukan tuduhan “pemberontakan” terhadap Puigdemont — kejahatan yg mampu kena hukuman hingga 30 tahun penjara.

Di dekat lapangan, satu spanduk besar dengan tulisan yg artinya “Spanyol tak menyerah” tergantung dari satu bangunan yg diduduki kelompok xenopobia kanan jauh, Hogar Social.

Orang-orang condong keluar cendera dan bersorak ketika puluhan pengunjuk rasa memegang bendera Spanish Legion, satu unit angkatan darat, dan sekelompok kecil anggota partai kanan-jauh National Democracy yg berpawai diapik polisi.

Sementara di lapangan, insinyur 38 tahun Jorge Marin, menyampaikan : “Pada akhirnya, ini tak jadi apa-apa.”

“Warga Catalan tak serius, dan kita tak serius, karena mereka tak benar-benar mendapat kemerdekaan, dan kita tak mulai memasukkan mereka ke penjara atas apa yg mereka lakukan,” katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin