Uang 100.000 Dolar Ditemukan Di Ransel Mendiang Kim Jong Nam

Kuala Lumpur – Kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Nam, membawa uang tunai sebesar 100.000 dolar AS (sekitar Rp1,3 miliar) di dalam ranselnya pada ketika ia dibunuh, kata seorang pejabat kepolisian kepada pengadilan Malaysia, Rabu.

Warga negara Indonesia, Siti Aisyah (25 tahun), dan warga Vietnam Doan Thi Huong (28 tahun), didakwa membunuh Kim Jong Nam dengan mengoleskan VX ke wajahnya di bandar udara Kuala Lumpur pada 13 Februari.

VX adalah racun kimia yg dilarang oleh Perserikatan Bangsa-bangsa.

Uang 100.000 dolar AS itu ketika ini disimpan di tempat aman di kantor kepala kepolisian distrik Sepang, yg yaitu wilayah yurisdiksi lokasi pembunuhan, kata petugas kepolisian bernama Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz.

Wan Azirul menyampaikan ia mengamankan baju jas, tas punggung dan jam tangan punya korban dan menyerahkannya kepada departemen kimia buat diperiksa. Namun, ia kemudian diminta oleh pihak berwenang yg melakukan penyelidikan agar menyerahkan benda-benda tersebut kepada perwakilan kedutaan besar Korea Utara.

“Saya tak tahu kenapa, aku (hanya) mengikuti perintah,” tambahnya.

Di pengadilan, persidangan memutar lebih dari 30 video berisi gambar televisi pengawas, yg menunjukkan pergerakan yg dikerjakan oleh kedua perempuan tersebut.

Para pengacara kedua Huong maupun Siti Aisyah menyampaikan video-video itu dapat dianggap kabar angin karena petugas penyelidik tak merekam gambar sendiri dan tak berada di tempat buat menyaksikan kejahatan.

Beberapa gambar, tertanggal 11 Februari, memamerkan Huong sedang mendekati dari belakang seorang pria yg tidak diketahui identitasnya. Huong kemudian meletakkan tangannya di sekitar leher dan wajah pria tersebut, sebelum perlahan-lahan mundur dengan sedikit menundukkan wajah dan merapatkan tangannya.

Sebagian besar video tampak memamerkan Huong dan Siti Aisyah sebelum, ketika dan setelah Kim Jong Nam diserang.

Kedua perempuan itu sebagian besar kelihatan di lokasi berbeda, kecuali ketika serangan dan saat mereka kemudian berada di sebuah pangkalan taksi.

Wan Azirul, yg bertugas di departemen penyelidikan kejahatan Sepang, membenarkan bahwa kedua perempuan berada di daerah yg sama ketika serangan terjadi.

Persidangan mulai dilanjutkan pada Kamis dan Wan Azirul mulai kembali hadir buat memberikan kesaksian, demikian Reuters.

(Uu.T008)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sumber: http://www.antaranews.com

Post Author: admin