11 Poin Penting Kesehatan Lingkungan Pengungsian

Jakarta – Ada beberapa poin utama yg harus diperhatikan di lingkungan pengungsian korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Menurut Dr.Ari F Syam, selaku mantan relawan berbagai gempa di Indonesia dan Advisor Tim Medis FKUI/RSCM-UI Peduli buat Gempa dan Tsunami Palu-Donggala, mengutip dari informasi pers, Jakarta, Selasa, (02/10/2018) menjelaskan, para pengungsi harus benar – benar diperhatikan. Mulai dari makanan, minuman, kemudian fasilitas buat dapur umum, dan lainnya.

Berikut adalah beberapa poin utama yg perlu diperhatikan terkait dengan lingkungan pengungsian koban bencana tersebut.

1. Para pengungsi harus mendapat makanan dan minuman yg cukup selama berada di pengungsian, ini juga membuat mereka tenang karena kebutuhan hidup dasarnya dipenuhi. Pengadaan sembako pada lokasi pengungsian dengan jumlah besar harus dikawal.

2. Dapur-dapur umum yg tersedia terus mendapat suplai bahan makanan dan air bersih yg memadai buat masak dan minum.

3.Usahakan makanan yg dikonsumsi dalam kondisi segar.

4.Usahakan agar keadaan tempat pengungsian di untuk senyaman mungkin.Tersedia alas tidur yg memadai dan juga selimut agar tubuh para pengungsi terutama orang tua dan anak-anak tetap terlindungi terutama dari angin malam.

5.Kebersihan lingkungan pengungsian terus terjaga dengan tersedianya tempat-tempat sampah di sekitar lokasi pengungsian. Termasuk bangkai binatang harus dikubur bagi menjaga lingkungan pengungsian tetap sehat.

6.Sarana MCK yg memadai dengan persediaan air yg cukup tentu juga tersedianya sabun dan peralatan mandi.

7. Para pengungsi khususnya anak-anak dan orang tua diberikan suplemen yg berisi multivitamin dan mineral mengingat keterbatasan makanan dan minuman dengan zat gizi yg lengkap yg mampu dikonsumsi sehari-hari.

8. Bagi anak-anak perlu upaya bagi melakukan trauma healing dengan pengadaan buku – buku bacaan, mainan anak-anak dan kelompok-kelompok bermain bagi anak-anak.

9. Untuk pasien usia lanjut perlu adanya kegiatan seperti alat sulam, melakukan aktifitas pengajian bersama-sama dan lainnya yg membuat para orang usia lanjut ini tetap terus berpikir.

10. Sarana dan prasarana bagi ibadah harus diadakan agar masyarakat dapat berkesempatan bagi berdoa dan tetap sabar dalam menghadapi cobaan ini.

11. Acara-acara kesenian yg menjadi favorit masyarakat sekitar juga diusahakan hadir secara berkala bagi mengatasi kejenuhan dan mengurangi kesedihan para pengungsi.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin