Amankah Menggerakkan Leher Hingga Berbunyi?

Jakarta – Menggerakkan leher hingga berbunyi ini adalah hal yg tak diperbolehkan. Mengapa?

Gerakan mematah – matahkan leher hingga berbunyi, dengan energi yg besar, mulai menimbulkan saraf kejepit di bagian leher. Pada dasarnya, ini tak boleh dikerjakan oleh orang yang lain yg ingin mematahkan leher Anda hingga berbunyi.

“Lain halnya seandainya Anda sendiri melakukan, menggerakkan kepala hingga leher berbunyi dapat dipersiapkan. Karena tubuh telah bersiap dan ini bantalan di leher tak datang – datang kaget menerima gerakan,” ujar dr. Phedy, SpOT – Spine ketika ditemui di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat, (26/10/2018).

Hampir segala orang kerap mengalami nyeri pada leher, akan dari yg ringan sampai yg parah hingga mengganggu aktivitas hari – hari. Jika salah melakukan treatment pada leher mulai menimbulkan saraf kejepit.

“Jepitan saraf leher atau yg dikenal dengan cervical disc herniation adalah keadaan dimana isi dari bantalan tulang leher bocor keluar sehingga menjepit saraf leher,” tambahnya.

Masih menurutnya, jepitan saraf leher umumnya terjasi pada orang yg berusia 30 – 50 tahun. Namun, bisa terjadi juga pada usia yg lebih muda maupun lebih tua.

“Jepitan saraf leher mampu terjadi karena adanya riwayat cedera leher, tapi seringkali terjadi secara spontan tanpa diketahui penyebab yg jelas,” katanya.

Dia menambahkan, bantalan tulang leher mulai selalu terkikis seiiring bertambahnya usia. Salah satu faktor yang lain yg bisa mengikis bantalan pada tulang leher adalah dari paparan asap rokok.

“Asap rokok itu dapat membuat bantalan di leher lebih cepat aus. Ini berlaku bagi yg merokok dan juga yg menghirup asap rokok,” ungkapnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com

Post Author: admin